Untuk jiwa yang tlah berikrar
Kau kokohkan lidah, kau percikkan asa
Sentakkan kakimu, terjang peluhmu
Mendesis hasrat dijiwa, membuncah tinggi bersama angan
Wahai pemuda-pemuda Indonesia
Terkenang perih luka mendalam
Mengiris waktu ini dwngan 28 Oktober '28
Perjuangan jiwa berlutut nista
Masihkah kita bangga akan perjuangan ?
Terbersitkah Sumpah Pemuda itu ?
Ataukah kita bersahaja ? Merah darah terpancar
Dengan bulir-bulir peluh terperas
Oh...pemuda Indonesia
Ini bukan sekedar pahit terasa
Ini bukan sekedar melihat dan membaca
Tersadar kita berikrar dan merasa
Disitulah jiwa akan bergetar dengan hebatnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar