Rabu, 06 Juli 2016

SAHABATKU

Jarum waktu kejam mengiris
Telusuri arti kehidupan ini
Bergeming dengan ego tersembunyi
Jerit tangis, canda tawa telah pudar terhalau pergi
Tawa terhimpit oleh tangis sang mentari

Sahabatku, kini kau pergi menimbun waktumu
Beribu kata tersekap antara nisan dan tangis
Sungguh lekas senyummu menghilang
Jampun berhenti mengerdip
Seakan tahu banyak waktu indah ikut bersamamu
Sejuk angin menyelimuti jiwaku saat itu
Mata pisaupun merobek jantungku
Perlahan dingin memutar kembali kenangan
Namun langkah beranjak pergi
Meninggalkanmu sendiri

Ku harap kau tenang disana
Dengan cahaya abadi
Sahabatku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar