Senin, 17 Oktober 2016

SELULITIS

KONSEP MEDIS
Pengertian
Selulitis adalah penyebaran infeksi pada kulit yang meluas hingga jaringan subkutan (Arif, 2000).
Selulitis adalah peradangan akut terutama menyerang jaringan subkutis, biasanya didahului luka atau trauma dengan penyebab tersering Streptokokus betahemolitikus dan Stafilokokus aureus.Sellulitis adalah peradangan pada jaringan kulit yang mana cenderung meluas kearah samping dan ke dalam (Herry, 1996).
Selulitis adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Dengan karakteristik sebagai berikut :
·         Peradangan supuratif sampai di jaringan subkutis
·         Mengenai pembuluh limfe permukaan
·         Plak eritematus, batas tidak jelas dan cepat meluas

B.     Etiologi
ü  Disebabkan oleh Streptococcus grup A dan Staphylococcus aureus.
ü  Pada bayi yang terkena penyakit ini disebabkan oleh Streptococcus grup B.
ü  Infeksi dari jamur, tapi infeksi yang diakibatkan jamur termasuk jarang  Aeromonas Hydrophila.
ü  Pneumoniae ( Pneumococcus ).
Penyebab lain :
1.      Gigitan binatang, serangga, atau bahkan gigitan manusia.
2.      Kulit kering.
3.      Eksim.
4.      Kulit yang terbakar atau melepuh.
5.      Diabetes.
6.      Obesitas atau kegemukan.
7.      Pembekakan yang kronis pada kaki.
8.      Penyalahgunaan obat-obat terlarang.
9.      Menurunnya daya tahan tubuh.
10.  Cacar air.
11.  Malnutris.
12.  Gagal ginjal

C.     Patofisiologi
Invasi bakteri masuk melalui trauma, luka, gigitan serangga berinvasi streptococcus dan staphylococcus aureus melalui barier  epidermal yang rusak menyerang kulit dan subkutan, masuk ke jaringan yang lebih dalam dan menyebar secara sistemik yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi yang merupakan respon dari tubuh sehingga muncul nyeri, pembengkakan kulit, lesi kemerahan dan demam.
Setelah bakteri masuk melalui luka kecil, bakteri tersebut menyebar ke jaringan disekitarnya dan kemudian membelah dan menghasilkan hyaluronidase yang akan memecah substansi dasar polisakarida, fibrinolisin mencerna barier fibrin, lecithinase menghancurkan membran sel. Jaringan setempat yang rusak akibat trauma biasanya terkena infeksi bakteri anaerob. Jumlah organisme yang menginfeksi biasanya hanya sedikit, hal ini menggambarkan selulitis lebih banyak disebabkan oleh reaksi terhadap sitokin dan superntigen bakteri dibandingkan oleh karena infeksi yang mengenai jaringan.
Bakteri pathogen yang menembus lapisan luar menimbulkan infeksi pada permukaan kulit atau menimbulkan peradangan.Penyakit infeksi sering berjangkit pada orang gemuk, rendah gizi, orang tua dan pada orang dengan diabetes mellitus yang pengobatannya tidak adekuat.
Gambaran klinis eritema lokal pada kulit dan sistem vena serta limfatik pada ke dua ekstremitas atas dan bawah.
Pada pemeriksaan ditemukan kemerahan yang karakteristi hangat, nyeri tekan, demam dan bakterimia.
Selulitis yang tidak berkomplikasi paling sering disebabkan oleh streptokokus grup A, streptokokus lain atau staphilokokus aereus, kecuali jika luka yang terkait berkembang bakterimia, etiologi microbial yang pasti sulit ditentukan, untuk abses lokalisata yang mempunyai gejala sebagai lesi kultur pus atau bahan yang diaspirasi diperlukan.
Meskipun etiologi abses ini biasanya adalah stapilokokus, abses ini kadang disebabkan oleh campuran bakteri aerob dan anaerob yang lebih kompleks.Bau busuk dan pewarnaan gram pus menunjukkan adanya organisme campuran.
Ulkus kulit yang tidak nyeri sering terjadi.Lesi ini dangkal dan berindurasi dan dapat mengalami infeksi.Etiologinya tidak jelas, tetapi mungkin merupakan hasil perubahan peradangan benda asing, nekrosis dan infeksi derajat rendah.
.
D.     Manifestasi Klinis
Selulitis menyebabkan kemerahan atau peradangan yang terlokalisasi.
Kulit tampak merah, bengkak, licin disertai nyeri tekan dan teraba hangat.Ruam kulit muncul secara tiba-tiba dan memiliki batas yang tegas.Bisa disertai memar dan lepuhan-lepuhan kecil.
Gejala lainnya adalah:
Ø  Demam
Ø  Menggigil
Ø  Sakit kepala
Ø  Nyeri otot

E.      Penatalaksanaan
Pengobatan yang tepat dapat mencegah penyebaran infeksi ke darah dan organ lainnya.
Diberikan penicillin atau obat sejenis penicillin (misalnya cloxacillin).
Jika infeksinya ringan, diberikan sediaan per-oral (ditelan).
Biasanya sebelum diberikan sediaan per-oral, terlebih dahulu diberikan suntikan antibiotik jika:
Ø  penderita berusia lanjut
Ø  selulitis menyebar dengan segera ke bagian tubuh lainnya
Ø  demam tinggi.
Jika selulitis menyerang tungkai, sebaiknya tungkai dibiarkan dalam posisi terangkat dan dikompres dingin untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.

F.      Komplikasi
Ø  Bakteremia
Ø   Nanah atau local Abscess
Ø  Superinfeksi oleh bakteri gram negative
Ø   Lymphangitis
Ø  Trombophlebitis
Biasanya pada orang tua selulitis yang mengenai ekstremitas bawah
Ø  Sellulitis pada muka atau Facial cellulites pada anak menyebabkan meningitis sebesar 8%.
Ø  Dimana dapat menyebabkan kematian jaringan (Gangrene), dan dimana harus melakukan amputasi yang mana mempunyai resiko kematian hingga 25%.
G.    Pencegahan
Ø  Jika memiliki luka,
o   Bersihkan luka setiap hari dengan sabun dan air
o   Oleskan antibiotic
o   Tutupi luka dengan perban
o   Sering-sering mengganti perban tersebut
o   Perhatikan jika ada tanda-tanda infeksi
Ø  Jika kulit masih normal
o   Lembabkan kulit secara teratur
o   Potong kuku jari tangan dan kaki secara hati-hati
o   Lindungi tangan dan kaki
o   Rawat secara tepat infeksi kulit pada bagian superficial

H.    Pemeriksaan Penunjang
Tidak membutuhkan prosedur lebih lanjut untuk sampai ke tahap diagnosis (yang meliputi anamnesis,uji laboratorium, sinar x dll, dalam kasus cellulite yang belum mengalami komplikasi yang mana criterianya seperti : 
a)      Daerah penyebaran belum luas
b)      Daerah yang terinfeksi tidak mengalami rasa nyeri atau sedikit nyeri
c)      Tidak ada tanda-tanda systemic seperti : demam, terasa dingin, dehidrasi, tachypnea, tachycardia,hypotensi.
d)     Tidak ada factor resiko yang dapat menyebabkan penyakit bertambah parah seperti : Umur yang sangat tua, daya tahan tubuh sangat lemah.
Ø  Jika sudah mengalami gejala seperti adanya tanda systemic, maka untuk melakukan diagnosis membutuhkan penegakan diagnosis tersebut dengan melakukan pemeriksaan lab seperti : 
o   Complete blood count, menunjukkan kenaikan jumlah leukosit dan rata-rata sedimentasi eritrosit. Sehingga mengindikasikan adanya infeksi bakteri.
o   Creatinine level
o   Culture darah, dilaksanakan bila infeksi tergeneralisasi telah diduga
Ø  Pembuangan luka
o   Immunofluorescence : Immunofluorescence adalah sebuah teknik yang dimana dapat membantu menghasilkan diagnosa sera pasti pada kultur cellulites negative, tapi teknik ini jarang digunakan.
o   Penggunaan MRI juga dapat membantu dalam mendiagnosa infeksi cellulites yang parah. Mengidentifikasi pyomyositis, necrotizing fascitiis, dan infeksi selulitis dengan atau tanpa pembentukan abses pada subkutaneus.
Konsep Keperawatan
1.      Pengkajian
1.      Identitas
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
2 Riwayat Penyakit
a. Keluhan utama
Pasien biasanya mengeluh nyeri pada luka, terkadang disertai demam, menggigil dan malaise

b. Riwayat penyakit dahulu
Ditanyakan penyebab luka pada pasien dan pernahkah sebelumnya mengidap penyakit seperti ini, adakah alergi yang dimiliki dan riwayat pemakaian obat.
c. Riwayat penyakit sekarang
Terdapat luka pada bagian tubuh tertentu dengan karakteristik berwarna merah, terasa lembut, bengkak, hangat, terasa nyeri, kulit menegang dan mengilap
d. Riwayat penyakit keluarga
Biasanya dikeluarga pasien terdapat riwayat mengidap penyakit selulitis atau penyekit kulit lainnya
2.      Keadaan emosi psikologi
Pasien tampak tenang,dan emosional stabil

4. Keadaan social ekonomi
Biasanya menyerang pada social ekonomi yang sederhana
5. Pemeriksaan fisik

Keadaan umum : Lemah
TD     : Menurun (< 120/80 mmHg)
Nadi   : Turun (< 90)
Suhu  : Meningkat (> 37,50)
RR       : Normal
a)      Kepala     : Dilihat kebersihan, bentuk, adakah oedem atau tidak
b)      Mata        : Tidak anemis, tidak ikterus, reflek cahaya (+)
c)      Hidung    : Tidak ada pernafasan cuping
d)     Mulut       : Kebersihan, tidak pucat
e)      Telinga     : Tidak ada serumen
f)       Leher       : Tidak ada pembesaran kelenjar
g)      Jantung    : Denyut jantung meningkat
h)      Ekstremitas : Adakah luka pada ekstremitas
i)        Integumen           : Gejala awal berupa kemerahan dan nyeri tekan yang terasa di suatu daerah yang kecil di kulit. Kulit yang terinfeksi menjadi panas dan bengkak, dan tampak seperti kulit jeruk yang mengelupas (peau d'orange). Pada kulit yang terinfeksi bisa ditemukan lepuhan kecil berisi cairan (vesikel) atau lepuhan besar berisi cairan (bula), yang bisa pecah.

2.                  Diagnosa keperawatan

3.      Intervensi Keperawatan
4.  Implementasi

5.      Evaluasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar