Minggu, 12 Maret 2017

SOP SETRATEGI PELAKSANAAN Harga Diri Rendah

SOP SETRATEGI PELAKSANAAN (SP) Harga Diri Rendah

Masalah Utama           : Harga Diri Rendah
A.  PROSES KEPERAWATAN
1.     Kondisi klien:
Ø Mengkritik diri sendiri.
Ø Perasaan tidak mampu.
Ø Pandangan hidup yang pesimis
Ø Penurunan produktifitas
Ø Penolakan terhadap kemampuan diri
Ø Terlihat dari kurang memperhatikan perawatan diri
Ø Berpakaian tidak rapih.
Ø Selera makan kurang
Ø Tidak berani menatap lawan bicara.
Ø Lebih banyak menunduk.
2.     Diagnosa keperawatan: Gangguan Konsep Diri: Harga diri rendah
B.  Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan
1.   Tindakan Keperawatan untuk Pasien
Tujuan tindakan untuk pasien meliputi:
Ø Melakukan pengkajian terhadap hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya harga diri rendah pada klien (factor predisposisi, factor presipitasi, penilaian terhadap stressor,sumber koping,dan mekanisme koping klien)
Ø Klien dapat meningkatkan kesadaran tentang hubungan positif antara harga diri dan pemecahan masalah yang efektif.
Ø  Klien dapat melakukan iddentifikasi terhadap kemampuan positif yang dimilikinya.
Untuk Pasien :
SP 1. Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu pasien memilih/menetapkan  kemampuan yang akan dilatih, melatih kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian
NO
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
I
Tahap Pra Interaksi




Siapkan alat-alat yang meliputi:
1.      Kertas / Buku catatan
2.      Pena
10%


II
Tahap Orientasi




1.  Sapa klien, ucapkan salam.
Ex : ”Selamat pagi bapak, Saya Mahasiswa keperawatan XXX yang akan merawat bapak Nama Saya Radit, dan biasa dipanggil Didit. Nama bapak siapa?Bapak Senang dipanggil apa”
2.  Tanya kabar dan keluhan klien.
Ex : ”Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa keluhan bapak saat ini”
3.  Kontrak waktu.
Ex : ”Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah   bapak lakukan? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang masih dapat   bapak dilakukan. Setelah kita nilai, kita akan pilih satu kegiatan untuk kita latih”
”Dimana kita duduk ? Bagaimana kalau di ruang tamu ? Berapa lama ? Bagaimana kalau 20 menit ?
10%


III
Tahap Kerja




1.      Kaji aktivitas klien.
Ex : ”  bapak, apa saja kemampuan yang   bapak miliki? Bagus, apa lagi? Saya buat daftarnya ya! Apa pula kegiatan rumah tangga yang biasa  bapak lakukan? Bagaimana dengan merapihkan kamar? Menyapu ? Mencuci piring............dst.”.          “ Wah, bagus sekali ada lima kemampuan dan kegiatan yang   bapak miliki “.
2.      Kaji apa saja yang masih bisa dilakukan oleh klien.
Ex :    bapak dari lima kegiatan/kemampuan ini, yang mana yang masih dapat dikerjakan di rumah sakit ? Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua.......sampai 5 (misalnya ada 3 yang masih bisa dilakukan). Bagus sekali ada 3 kegiatan yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini. 
3.      Suruh klien melakukan apa yang bisa dilakukannya tersebut.
Ex : ”Sekarang, coba   bapak pilih satu kegiatan  yang masih bisa dikerjakan di rumah sakit ini”.” O yang nomor satu, merapihkan tempat tidur?Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang kita latihan merapihkan tempat tidur   bapak”. Mari kita lihat tempat tidur bapak Coba lihat, sudah rapihkah tempat tidurnya?”
4.      Kalau klien salah atau diam saja jangan langsung ditegur  tapi berilah contoh dan sekalian ajak klien melakukan pekerjaan yang dipilihnya tersebut.
Ex : “Nah kalau kita mau merapihkan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantal dan selimutnya. Bagus ! Sekarang kita angkat spreinya, dan kasurnya kita balik.  ”Nah, sekarang kita pasang lagi spreinya, kita mulai dari arah atas, ya bagus !. Sekarang sebelah kaki, tarik dan masukkan, lalu sebelah pinggir masukkan. Sekarang ambil bantal, rapihkan, dan letakkan di sebelah atas/kepala. Mari kita lipat selimut, nah letakkan sebelah bawah/kaki. Bagus !”
5.      Beri pujian.
Ex :  Bapak sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali. Coba perhatikan bedakah dengan sebelum dirapikan? Bagus ”
6.      Suruh klien mengulanginya.
Ex : “ Coba bapak lakukan dan jangan lupa memberi tanda MMM (mandiri) kalau bapak lakukan tanpa disuruh, tulis B (bantuan) jika diingatkan bisa melakukan, dan bapak bapak (tidak) melakukan.
NB : Selalu beri pujian pada semua yang bisa dilakukan oleh klien dengan HDR
60%


IV
Tahap Terminasi




1.       Tanyakan keluhan dan buat kontrak baru.
Ex : “Bagaimana perasaan   bapak setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapihkan tempat tidur ? Yach,   ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di rumah sakit ini. Salah satunya, merapihkan tempat tidur, yang sudah   bapak praktekkan dengan baik sekali.  Nah kemampuan ini dapat dilakukan juga di rumah setelah pulang.”
”Sekarang, mari kita masukkan pada jadual harian.   Bapak  Mau berapa kali sehari merapihkan tempat tidur. Bagus, dua kali yaitu pagi-pagi jam berapa ? Lalu sehabis istirahat, jam 16.00”
”Besok pagi  kita latihan lagi kemampuan yang kedua. Bapak masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di rumah selain merapihkan tempat tidur? Ya bagus, cuci piring.. kalu begitu kita akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi  Sampai jumpa ya”

10%


V
Tahap Dokumentasi




Catat seluruh hasil tindakan dalam catatan keperawatan*
-          Nama dan tanda tangan
-          Tanggal dan jam pemeriksaan
-          Hasil pemeriksaan
10%



Total Nilai






SP 2 : Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan
         kemampuan  pasien
NO
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
I
Tahap Pra Interaksi




Siapkan alat-alat yang meliputi:
1.      Kertas / Buku catatan
2.      Pena
10%


II
Tahap Orientasi




1.  Sapa klien, ucapkan salam.
2.  Tanya kabar dan keluhan klien.
3.  Kontrak waktu.
Ex : “Selamat pagi, bagaimana perasaan   Bapak pagi ini ? Wah, tampak cerah ”
 ”Bagaimana Bapak, sudah dicoba merapikan tempat tidur sore kemarin/ tadi pagi? Bagus (kalau sudah dilakukan, kalau belum bantu lagi, sekarang kita akan latihan kemampuan kedua. Masih ingat apa kegiatan itu t?”
”Ya benar, kita akan latihan mencuci piring di dapur”
”Waktunya sekitar 15 menit. Mari kita ke dapur!”

10%


III
Tahap Kerja




1.      Tanpa mengulangi 2 tahap di sp 1 langsung dilanjut untuk menyuruh klien melakukan apa yang klien bisa yang lainnya
Ex :  Bapak sebelum kita mencuci piring kita perlu siapkan dulu perlengkapannya, yaitu sabut/tapes untuk membersihkan piring, sabun khusus untuk mencuci piring, dan air untuk membilas.,  Bapakbisa menggunakan air yang mengalir dari kran ini. Oh ya jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa-makanan.
“Sekarang saya perlihatkan dulu ya caranya”
“Setelah semuanya perlengkapan tersedia, Bapak ambil satu piring kotor, lalu buang dulu sisa kotoran yang ada di piring tersebut ke tempat sampah. Kemudian Bapak bersihkan piring tersebut dengan menggunakan sabut/tapes yang sudah diberikan sabun pencuci piring.  Setelah selesai disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa sabun sedikitpun di piring tersebut. Setelah itu  Bapak bisa mengeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia di dapur. Nah selesai…
“Sekarang coba  Bapak yang melakukan…”
“Bagus sekali,  Bapak dapat mempraktekkan cuci pring dengan baik. Sekarang dilap tangannya

60%


IV
Tahap Terminasi




1.       Tanyakan keluhan dan buat kontrak baru.
Ex : ”Bagaimana perasaan   Bapak setelah latihan cuci piring ?”
“Bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari
Bapak Mau berapa kali  t mencuci piring? Bagus sekali  Bapak mencuci piring tiga kali setelah makan.”
”Besok kita akan latihan  untuk kemampuan ketiga, setelah merapihkan tempat tidur dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu? Ya benar kita akan latihan mengepel”
”Mau jam berapa ? Sama dengan sekarang ? Sampai jumpa ”
10%


V
Tahap Dokumentasi




Catat seluruh hasil tindakan dalam catatan keperawatan*
-          Nama dan tanda tangan
-          Tanggal dan jam pemeriksaan
-          Hasil pemeriksaan
10%



Total Nilai





SP 3 dan seterusnya : Latihan klien dilanjutkan untuk  kemampuan lain sampai semua kemampuan dilatih. Setiap kemampuan yang dimiliki akan menambah harga diri pasien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar