Rabu, 16 Mei 2018

SENDIRI

Insan itu masih terpaku diruang gelap
Tersudut menatap ruang yang lengang
Entah apa yang menjadi asanya
Cukup lama menatap rinai hujan
Tampak bulir air mata mengalir deras
Melukai sofa putih yang tak berdosa
Mungkinkah ada luka ? Ataukah kecewa ?
Garis wajahnya yang kian tenggelam dalam kelam

Akankah rinai hujan itu menusuk hatinya ?
Setelah semalam tabah menanti
Tersirat rindu dimatanya yang berkaca
Seakan menepis tawa yang terkunci lama
Terbaring dilantai hati yang biru
Sendiri terpatri, mati terisak oleh waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar