Sekali lagi aku melihat hari itu
Hari terakhir saat ku potret senyumnya
Entah apa yang dia pikirkan
Ku renungkan arti senyum manis itu
Tersirat kesedihankah ? Gumamku
Aku melihatnya lagi
Buku-buku itu menjadi saksi
Jika mereka bisa bicara, apakah mereka tahu ?
Sekali lagi aku mengitari ruang kelasnya
Bayanganku yang seolah enggan mengikuti
Terikat seakan turut bersedih
Hai, kenapa kau berubah ? Tanyanya
Hai, kenapa kau berubah ? Tanyanya
Diberanda mesjid kala itu
Lidah seakan kelu tumbuh benalu
Tak terjawab, berlalu sesalkan waktu
Suara mobil yang tampak iba
Melaju saat ku tatap lorong itu
Seakan tahu bunga telah layu hari itu
Tak lagi mampu diselamatkan oleh rintik hujan
Aku pergi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar