. Pengertian
Ø
Uretritis didefinisikan sebagai
peradangan akibat infeksi dari uretra. Istilah uretritis untuk Penyakit Menular
Seksual (PMS). Uretritis merupakan kondisi peradangan yang dapat menular.
Ø
Sistem perkemihan merupakan
suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas
dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang
masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh
larut dalam air dan dikeluarkan berupa
urin (air kemih).
Ø Uretritis adalah suatu inflamasi uretra atau suatu infeksi yang menyebar
naik yang digolongkan sebagai infeksi gonoreal dan nongonoreal. Namun demikian
kedua kondisi tersebut dapat terjadi pada satu pasien. (Nursalam, 2008).
Ø Uretritis
yaitu inflamasi pada uretra, keadaan
ini kerap kali merupakan gejala penyakit genora, dapat pula disebabkan oleh
mikroorganisme. (Barbara. 2005)
Ø
Uretritis adalah peradangan uretra
oleh berbagai penyebab dan merupakan sindrom yang sering terjadi pada pria.
(Sylvia A. Price, 2006)
1. Susunan Sistem Perkemihan
Sistem perkemihan terdiri dari:
·
dua ginjal (ren) yang
menghasilkan urin
·
dua ureter yang membawa urin
dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih)
·
satu vesika urinaria (VU),
tempat urin dikumpulkan
·
satu urethra, urin dikeluarkan
dari vesika urinaria.
a.
Ginjal (Ren)
Ginjal
terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi
vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti
biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya
lobus hepatis dexter yang besar. (Nursalam, 2008)
b.
Fungsi ginjal
Fungsi ginjal adalah
ü
memegang peranan penting dalam
pengeluaran zat-zat toksis atau racun,
ü
mempertahankan suasana keseimbangan cairan
ü
mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh
ü
mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan
amoniak.
c.
Fascia Renalis
Fascia renalis terdiri dari
ü
fascia (fascia renalis)
ü
Jaringan
lemak peri renal, dan
ü
kapsula yang
sebenarnya (kapsula fibrosa), meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan
luar ginjal. (Nursalam, 2008)
2. Struktur Ginjal
Setiap
ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat
cortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis
di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian
medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap
kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis.
Hilum adalah
pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah,
pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima
urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis
majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis
minores.
Struktur
halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal.
Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari :
Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius.
(Peace. 2006)
3. Proses pembentukan urin
(Syafarudin, 1992)
Tahap
pembentukan urin :
a.
Proses Filtrasi di glomerulus
Terjadi
penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein.
Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa,
air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke tubulus ginjal.
cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus.
b.
Proses Reabsorbsi
Pada proses
ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida,
fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator
reabsorbsi) di tubulus proximal. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali
penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi
secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla
renalis.
c.
Proses sekresi.
Sisa dari
penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis
selanjutnya diteruskan ke luar.
4.
Pendarahan
Ginjal
mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria
renalis, arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang
menjadi arteria interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri
interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriolae aferen
glomerulus yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus
disebut arteriolae eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis masuk
ke vena cava inferior.
5. Persarafan Ginjal
Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis(vasomotor). Saraf ini
berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini
berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal.
Ø
Ureter
Terdiri dari
2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria.
Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada
rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri
dari:
ü
Dinding luar jaringan ikat
(jaringan fibrosa)
ü
Lapisan tengah lapisan otot
polos
ü
Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
ü
Lapisan dinding ureter
menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam
kandung kemih.
Ø
Vesika Urinaria (Kandung
Kemih)
Vesika
urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir
(kendi). letaknya di belakang simfisis pubis di
dalam rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti
balon karet.
Dinding kandung kemih terdiri
dari:
ü
Lapisan sebelah luar
(peritoneum)
ü
Tunika muskularis (lapisan
berotot)
ü
Tunika submukosa.
ü
Lapisan mukosa (lapisan bagian
dalam).
Ø
Uretra
Merupakan
saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan
air kemih ke luar.
Pada laki-laki panjangnya
kira-kira 13,7-16,2 cm, terdiri dari:
ü Urethra pars Prostatica
ü Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa)
ü Urethra pars spongiosa.
ü Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm
(Lewis). Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan
vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi.
Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan:
ü
Lapisan otot polos, merupakan
kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria. Mengandung jaringan elastis dan
otot polos. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup.
ü
Lapisan submukosa, lapisan
longgar mengandung pembuluh darah dan saraf.
ü
Lapisan mukosa.
Ø
Urin (Air Kemih)
Sifat fisis air kemih, terdiri
dari:
1)
Jumlah ekskresi dalam 24 jam ±
1.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya.
2)
Warna, bening kuning muda dan
bila dibiarkan akan menjadi keruh.
3)
Warna, kuning tergantung dari
kepekatan, diet obat-obatan dan sebagainya.
4)
Bau, bau khas air kemih bila
dibiarkan lama akan berbau amoniak.
5)
Berat jenis 1,015-1,020.
6)
Reaksi asam,
bila lama-lama menjadi alkalis, juga tergantung dari pada diet (sayur
menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
Komposisi air kemih, terdiri dari:
1) Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air
2)
Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein, asam urea, amoniak
dan kreatinin
3)
Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fospat dan sulfat
4)
Pagmen (bilirubin dan
urobilin)
5)
Toksin
6)
Hormon
Ø
Mikturisi
Mikturisi
ialah proses pengosongan kandung kemih setelah terisi dengan urin. Mikturisi
melibatkan 2 tahap utama, yaitu:
1)
Kandung kemih terisi secara
progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang
batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin), keadaan ini akan
mencetuskan tahap ke 2.
2)
adanya
refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih.
Pusat saraf
miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar
pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari “latih”.
Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter
interna, sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi. Sistem
saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor berkontriksi, sebaliknya
spinchter relaksasi terjadi MIKTURISI (normal: tidak nyeri).
Ciri-Ciri
Urin Normal :
ü
Rata-rata dalam satu hari 1-2
liter, tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk.
ü
Warnanya bening oranye tanpa
ada endapan.
ü
Baunya tajam.
ü
Reaksinya
sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6.
Ø
Uretritis
Uretritis terbagi menjadi dua
yaitu ;
1. Uretritis akut, terjadi karena naiknya infeksi atau sebaliknya oleh karena
prostat mengalami infeksi
2. Uretritis kronik, infeksi ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sempurna pada masa akut, prostatitis kronik, atau striktura uretra. (penyempitan uretra)
B. Etiologi
Uretritis disebabkan oleh kuman gonore atau terjadi tanpa adanya bakteri.
Sesuai dengan sebutan infeksi itu sendiri yaitu uretritis gonoreal dan
nongonoreal. (Nursalam, 2008).
1)
Uretritis non-genokokal:
uretritis yang bukan disebabkan oleh gonokokus, penyebab umum infeksi penyakit
menular seksual.
a.
Klamida trachomatis dan
ureoplasma urealitikum menyebabkan uretritis nongonokokus
b.
Berbagai organism panyakit
menular seksual yang menyebabkan uretritis akut meliputi herves simpleks, human
papiloma virus, atau trikomonas vaginalis
c.
Masa inkubasi 1-5 minggu
2)
Uretritis gonokokus
disebabkan oleh N. Gonorhea dan penyakit menular seksual, biasanya lebih
verulen dan destruktif .Masa inkubasi 2-5 hari
3)
Penyebabnya bisa berupa bakteri,
jamur atau virus.
Pada wanita jasad renik tersebut biasanya berasal dari vagina. Pada kebanyakan kasus, bakteri berasal dari usus besar dan sampai ke vagina melalui anus. Lelaki lebih jarang menderita uretritis. Jasad renik yang ditularkan melalui hubungan seksual (misalnya Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore), masuk ke vagina atau penis pada saat melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang terinfeksi dan bisa menjalar ke uretra.
Uretritis pada pria paling sering disebabkan oleh gonokokus. Klamidia dan virus herpes simpleks juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan bisa menyebabkan uretritis. Bakteri (Eschericia coli), Jamur dan virus, Infeksi ginjal, Prostat hipertropi juga bisa menyebabkan uretritis.
Pada wanita jasad renik tersebut biasanya berasal dari vagina. Pada kebanyakan kasus, bakteri berasal dari usus besar dan sampai ke vagina melalui anus. Lelaki lebih jarang menderita uretritis. Jasad renik yang ditularkan melalui hubungan seksual (misalnya Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore), masuk ke vagina atau penis pada saat melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang terinfeksi dan bisa menjalar ke uretra.
Uretritis pada pria paling sering disebabkan oleh gonokokus. Klamidia dan virus herpes simpleks juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan bisa menyebabkan uretritis. Bakteri (Eschericia coli), Jamur dan virus, Infeksi ginjal, Prostat hipertropi juga bisa menyebabkan uretritis.
C. Patofisiologi
Ø Invasi kuman (gonorrhoe, trihomonas vaginalis gram negatif) uretritis
Ø Iritasi (iritasi batu ginjal, iritasi karena tindakan invasif menyebabkan
retak dan permukaan mukosa pintu masuknya kuman proses peradangan uretritis).
Ø Pada kebanyakan kasus organisme penyebab dapat mencapai kandung kemih melalui
uretra. Infeksi ini sebagai sistitis, dapat terbatas di kandung kemih saja /
dapat merambat ke atas melalui uretra ke ginjal. Organisme juga dapat sampai ke
ginjal atau melalui darah / getah bening, tetapi ini jarang terjadi. Tekanan
dari kandung kemih menyebabkan saluran kemih normal dapat mengeluarkan bakteri
yang ada sebelum bakteri tersebut sampai menyerang mukosa. Obstruksi aliran kemih proksimal terhadap kandung kemih mengakibakan
penimbunan cairan, bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter. Hal ini dapat
menyebabkan atrofi hebat pada parenkim ginjal / hidronefrosis. Disamping itu
obstruksi yang terjadi di bawah kandung kemih sering disertai refluk vesiko
ureter dan infeksi pada ginjal. Penyebab umum obstruksi adalah jaringan parut
ginjal dan uretra, batu saluran kemih, neoplasma, hipertrofi prostat, kelainan
kongenital pada leher kandung kemih dan uretra serta penyempitan uretra.
D. Manifestasi Klinis
Adapuan
tanda dan gejalanya antara lain: (Nursalam, 2008)
ü Terkadang asimptomatis
ü Rasa gatal
dan terbakar di sekitar uretra
ü Cairan dari uretra: pada prepusium, dapat berwarna bening, kental, pekat
atau purulen
ü Disuria atau sering berkemih
ü Gangguan rasa nyaman pada penis
ü
Mukosa memerah dan edema
ü
Terdapat cairan exudat yang purulent
ü
Ada ulserasi pada
uretra
ü
Adanya rasa gatal yang menggelitik
ü
Adanya pus awal miksi
ü
Nyeri pada saat miksi
ü
Kesulitan untuk memulai miksi
ü
Nyeri pada abdomen bagian
bawah
E. Penatalaksanaan
ü Pengobatan
tergantung kepada mikroorganisme penyebabnya.
Jika penyebabnya adalah bakteri, maka diberikan antibiotik.
Jika penyebabnya adalah virus herpes simpleks, maka diberikan obat anti-virus (misalnya asiklovir).
Jika penyebabnya adalah bakteri, maka diberikan antibiotik.
Jika penyebabnya adalah virus herpes simpleks, maka diberikan obat anti-virus (misalnya asiklovir).
ü Dianjurkan
untuk sering minum dan BAK sesuai kebutuhan untuk membilas microorganisme yang
mungkin naik ke uretra, untuk wanita harus membilas dari depan ke belakang
untuk menghindari kontaminasi lubang urethra oleh bakteri faeces.
F. Komplikasi
Komplikasi
yang dapat terjadi pada pria berupa :
·
Prostatitis
·
Vesikulitis
Epididimitis
·
dan striktur urethra.
Sedangkan pada wanita komplikasi dapat berupa :
·
Borthlinitis
Praktitis
·
Salpingitis (radang tuba falopi)
Sistitis
·
G. Pemeriksaan diagnostik
ü Kultur urine : Mengidentifikasi organisme
penyebab
ü Urine analisis/urinalisa : Memperlihatkan
bakteriuria, sel darah putih, dan endapan sel darah merah dengan keterlibatan
ginjal
ü Darah lengkap
ü Sinar-X ginjal, ureter dan kandung
kemih mengidentifikasi anomali struktur nyata.
ü Pielogram intravena (IVP) : Mengidentifikasi
perubahan atau abnormalitas struktur.
ü Urinalisis
·
Leukosuria atau piuria terdapat >
5 /lpb sedimen air kemih
·
Hematuria 5 – 10 eritrosit/lpb
sedimen air kemih.
ü Bakteriologis
·
Mikroskopi satu bakteri lapangan
pandang minyak emersi.
102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria.
102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria.
·
Biakan bakteri
·
Tes kimiawi; tes reduksi griess
nitrate berupa perubahan warna pada uji carik.
H. Pencegahan
Penyakit uretritis
bisa dikurangi dengan menghindari hal-hal sebagai berikut :
- Iritasi akibat manipulasi manual uretra
- Hubungan seks tanpa kondom
- Bahan kimia yang bisa mengiritasi urethra,
seperti lotion, deterjen, kontrasepsi,atau spermisida.
I. Pengobatan
Berbagai obat dapat digunakan berdasarkan penyebab uretritis tadi. Beberapa contoh obat berdasarkan Penyebabnya antara lain:
Berbagai obat dapat digunakan berdasarkan penyebab uretritis tadi. Beberapa contoh obat berdasarkan Penyebabnya antara lain:
·
Ceftriaxone – Gonore
·
Clotrimazole (Mycelex) –
Trichomonial
·
Flukonazole (Diflucan) – Monilial
·
Metronidazole (Flagyl) –
Trichomonial
·
Nitrofurantoin – bakteri
·
Nystatin (Mycostatin) – Monilial
·
Co-trimoxazole, yang merupakan
kombinasi sulfametoksazole dan trimetoprim dalam rasio 5 dengan 1 (Septrin,
Bactrim) – bakteri. Bagi pasien, hubungan seksual harus dihindari hingga gejala mereda.
Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Dalam
melakukan pengkajian pada klien uretritis menggunakan pendekatan bersifat
menyeluruh yaitu :
Data
biologis meliputi :
1.
Identitas klien
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
2. Riwayat
kesehatan :
·
Riwayat infeksi saluran kemih
·
Riwayat pernah menderita batu ginjal
·
Riwayat penyakit DM, jantung.
3. Observasi
& Pemeriksaan Fisik
Observasi
Tanda-tanda Vital
ü S : Suhu
meningkat (biasanya antara 37,5-38,5 C)
ü N : Nadi
meningkat (biasanya >100 x/mnt)
ü RR :
Pernafasan normal (18-20 x/mnt)
ü TD
: Tekanan darah normal
(110/70-130/90 mmHg)
4. Pengkajian
fisik :
ü Palpasi
kandung kemih
ü Inspeksi
daerah meatus
·
Pengkajian warna, jumlah, bau dan
kejernihan urine
·
Pengkajian pada costovertebralis
2. Diagnosa
keperawatan
1. Nyeri
akut (00132) berhubungan dengan agens-agens penyebab cedera fisik (peradangan pada uretra)
2. Gangguan
rasa nyaman (00214) berhubungan dengan peradangan
3. Gangguan eliminasi urin (00016)
berhubungan dengan infeksi saluran kemih
4. Hipertermi
(00007) berhubungan dengan penyakit
terimakasih banyak infonya, sangat menarik sekali dan bermanfaat
BalasHapushttp://landongobatherbal.com/obat-herbal-infeksi-ginjal/