Kamis, 26 Maret 2015

Asuhan Keperawatan Uretritis

.       Pengertian
Ø  Uretritis didefinisikan sebagai peradangan akibat infeksi dari uretra. Istilah uretritis untuk Penyakit Menular Seksual (PMS). Uretritis merupakan kondisi peradangan yang dapat menular.
Ø  Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Ø  Uretritis adalah suatu inflamasi uretra atau suatu infeksi yang menyebar naik yang digolongkan sebagai infeksi gonoreal dan nongonoreal. Namun demikian kedua kondisi tersebut dapat terjadi pada satu pasien. (Nursalam,  2008).
Ø   Uretritis yaitu inflamasi pada uretra, keadaan ini kerap kali merupakan gejala penyakit genora, dapat pula disebabkan oleh mikroorganisme. (Barbara. 2005)
Ø  Uretritis adalah peradangan uretra oleh berbagai penyebab dan merupakan sindrom yang sering terjadi pada pria. (Sylvia A. Price, 2006)
1.         Susunan Sistem Perkemihan
          Sistem perkemihan terdiri dari:
·         dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin
·         dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih)
·         satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan
·         satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria.
a.         Ginjal (Ren)
         Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar. (Nursalam, 2008)
b.    Fungsi ginjal
Fungsi ginjal adalah
ü  memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun,
ü       mempertahankan suasana keseimbangan cairan
ü       mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh
ü     mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak.
c.    Fascia Renalis
Fascia renalis terdiri dari
ü  fascia (fascia renalis)
ü   Jaringan lemak peri renal, dan
ü   kapsula yang sebenarnya (kapsula fibrosa), meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal. (Nursalam, 2008)
     2. Struktur Ginjal
           Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis.
         Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores.
          Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius. (Peace. 2006)
         3.     Proses pembentukan urin (Syafarudin, 1992)
             Tahap pembentukan urin :
a.         Proses Filtrasi di glomerulus
          Terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke tubulus ginjal. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus.
b.        Proses Reabsorbsi
         Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis.
c.       Proses sekresi.
         Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar.
4.  Pendarahan
              Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis, arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang menjadi arteria interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriolae aferen glomerulus yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus disebut arteriolae eferen gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena cava inferior.
         5.    Persarafan Ginjal
                    Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis(vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal.
Ø  Ureter
         Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari:
ü  Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
ü  Lapisan tengah lapisan otot polos
ü    Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
ü  Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih.
Ø  Vesika Urinaria (Kandung Kemih)
         Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). letaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.
Dinding kandung kemih terdiri dari:
ü  Lapisan sebelah luar (peritoneum)
ü  Tunika muskularis (lapisan berotot)
ü  Tunika submukosa.
ü  Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).
Ø  Uretra
         Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar.
Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm, terdiri dari:
ü  Urethra pars Prostatica
ü  Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa)
ü  Urethra pars spongiosa.
ü  Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis). Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi.
Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan:
ü  Lapisan otot polos, merupakan kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria. Mengandung jaringan elastis dan otot polos. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup.
ü  Lapisan submukosa, lapisan longgar mengandung pembuluh darah dan saraf.
ü  Lapisan mukosa.
Ø  Urin (Air Kemih)
Sifat fisis air kemih, terdiri dari:
1)      Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya.
2)      Warna, bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
3)      Warna, kuning tergantung dari kepekatan, diet obat-obatan dan sebagainya.
4)      Bau, bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak.
5)      Berat jenis 1,015-1,020.
6)       Reaksi asam, bila lama-lama menjadi alkalis, juga tergantung dari pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
   Komposisi air kemih, terdiri dari:
1)      Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air
2)         Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein, asam urea, amoniak dan kreatinin
3)        Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fospat dan sulfat
4)      Pagmen (bilirubin dan urobilin)
5)      Toksin
6)       Hormon
Ø  Mikturisi
         Mikturisi ialah proses pengosongan kandung kemih setelah terisi dengan urin. Mikturisi melibatkan 2 tahap utama, yaitu:
1)      Kandung kemih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin), keadaan ini akan mencetuskan tahap ke 2.
2)       adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih.
       Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari “latih”. Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter interna, sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi. Sistem saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor berkontriksi, sebaliknya spinchter relaksasi terjadi MIKTURISI (normal: tidak nyeri).
Ciri-Ciri Urin Normal :
ü  Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter, tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk.
ü  Warnanya bening oranye tanpa ada endapan.
ü  Baunya tajam.
ü   Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6.
Ø  Uretritis
Uretritis terbagi menjadi dua yaitu ;
1.      Uretritis akut, terjadi karena naiknya infeksi atau sebaliknya oleh karena prostat mengalami infeksi
2.      Uretritis kronik, infeksi ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sempurna pada masa akut, prostatitis kronik, atau striktura uretra. (penyempitan uretra)
B.  Etiologi
            Uretritis disebabkan oleh kuman gonore atau terjadi tanpa adanya bakteri. Sesuai dengan sebutan infeksi itu sendiri yaitu uretritis gonoreal dan nongonoreal. (Nursalam, 2008).
1)        Uretritis non-genokokal: uretritis yang bukan disebabkan oleh gonokokus, penyebab umum infeksi penyakit menular seksual.
a.       Klamida trachomatis dan ureoplasma urealitikum menyebabkan uretritis nongonokokus
b.      Berbagai organism panyakit menular seksual yang menyebabkan uretritis akut meliputi herves simpleks, human papiloma virus, atau trikomonas vaginalis
c.       Masa inkubasi 1-5 minggu
2)        Uretritis  gonokokus disebabkan oleh N. Gonorhea dan penyakit menular seksual, biasanya lebih verulen dan destruktif .Masa inkubasi 2-5 hari
3)        Penyebabnya bisa berupa bakteri, jamur atau virus.
Pada wanita jasad renik tersebut biasanya berasal dari vagina. Pada kebanyakan kasus, bakteri berasal dari usus besar dan sampai ke vagina melalui anus. Lelaki lebih jarang menderita uretritis. Jasad renik yang ditularkan melalui hubungan seksual (misalnya Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore), masuk ke vagina atau penis pada saat melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang terinfeksi dan bisa menjalar ke uretra.
Uretritis pada pria paling sering disebabkan oleh gonokokus. Klamidia dan virus herpes simpleks juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan bisa menyebabkan uretritis. Bakteri (Eschericia coli), Jamur dan virus, Infeksi ginjal, Prostat hipertropi juga bisa menyebabkan uretritis.
C. Patofisiologi
Ø Invasi kuman (gonorrhoe, trihomonas vaginalis gram negatif) uretritis
Ø Iritasi (iritasi batu ginjal, iritasi karena tindakan invasif menyebabkan retak dan permukaan mukosa pintu masuknya kuman proses peradangan uretritis).
Ø Pada kebanyakan kasus organisme penyebab dapat mencapai kandung kemih melalui uretra. Infeksi ini sebagai sistitis, dapat terbatas di kandung kemih saja / dapat merambat ke atas melalui uretra ke ginjal. Organisme juga dapat sampai ke ginjal atau melalui darah / getah bening, tetapi ini jarang terjadi. Tekanan dari kandung kemih menyebabkan saluran kemih normal dapat mengeluarkan bakteri yang ada sebelum bakteri tersebut sampai menyerang mukosa. Obstruksi aliran kemih proksimal terhadap kandung kemih mengakibakan penimbunan cairan, bertekanan dalam pelvis ginjal dan ureter. Hal ini dapat menyebabkan atrofi hebat pada parenkim ginjal / hidronefrosis. Disamping itu obstruksi yang terjadi di bawah kandung kemih sering disertai refluk vesiko ureter dan infeksi pada ginjal. Penyebab umum obstruksi adalah jaringan parut ginjal dan uretra, batu saluran kemih, neoplasma, hipertrofi prostat, kelainan kongenital pada leher kandung kemih dan uretra serta penyempitan uretra.

 D. Manifestasi Klinis
Adapuan tanda dan gejalanya antara lain: (Nursalam, 2008)
ü  Terkadang asimptomatis
ü   Rasa gatal dan terbakar di sekitar uretra
ü  Cairan dari uretra: pada prepusium, dapat berwarna bening, kental, pekat atau purulen
ü  Disuria atau sering berkemih
ü  Gangguan rasa nyaman pada penis
ü  Mukosa memerah dan edema
ü   Terdapat cairan exudat yang purulent
ü    Ada ulserasi pada uretra
ü   Adanya rasa gatal yang menggelitik
ü  Adanya pus awal miksi
ü  Nyeri pada saat miksi
ü  Kesulitan untuk memulai miksi
ü  Nyeri pada abdomen bagian bawah
E.  Penatalaksanaan
ü  Pengobatan tergantung kepada mikroorganisme penyebabnya.
Jika penyebabnya adalah bakteri, maka diberikan antibiotik.
Jika penyebabnya adalah virus herpes simpleks, maka diberikan obat anti-virus (misalnya asiklovir).
ü  Dianjurkan untuk sering minum dan BAK sesuai kebutuhan untuk membilas microorganisme yang mungkin naik ke uretra, untuk wanita harus membilas dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi lubang urethra oleh bakteri faeces.
 F.  Komplikasi
                Komplikasi yang dapat terjadi pada pria berupa :
·         Prostatitis
·         Vesikulitis
Epididimitis
·         dan striktur urethra.
Sedangkan pada wanita komplikasi dapat berupa :
·         Borthlinitis

Praktitis
·         Salpingitis (radang tuba falopi)
Sistitis
·          

 G. Pemeriksaan diagnostik
ü  Kultur urine : Mengidentifikasi organisme penyebab
ü  Urine analisis/urinalisa : Memperlihatkan bakteriuria, sel darah putih, dan endapan sel darah merah dengan keterlibatan ginjal
ü  Darah lengkap
ü  Sinar-X ginjal, ureter dan kandung kemih mengidentifikasi anomali struktur nyata.
ü  Pielogram intravena (IVP) : Mengidentifikasi perubahan atau abnormalitas struktur.
ü  Urinalisis
·         Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih
·         Hematuria 5 – 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih.
ü Bakteriologis
·         Mikroskopi satu bakteri lapangan pandang minyak emersi.
 102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria.
·         Biakan bakteri
·         Tes kimiawi; tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji carik.
 H.  Pencegahan
 
Penyakit uretritis bisa dikurangi dengan menghindari hal-hal sebagai berikut :
  • Iritasi akibat manipulasi manual uretra
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Bahan kimia yang bisa mengiritasi urethra, seperti lotion, deterjen, kontrasepsi,atau spermisida.
 I.  Pengobatan
Berbagai obat dapat digunakan berdasarkan penyebab uretritis tadi. Beberapa contoh obat berdasarkan Penyebabnya antara lain:
·         Ceftriaxone – Gonore
·         Clotrimazole (Mycelex) – Trichomonial
·         Flukonazole (Diflucan) – Monilial
·         Metronidazole (Flagyl) – Trichomonial
·         Nitrofurantoin – bakteri
·         Nystatin (Mycostatin) – Monilial

·         Co-trimoxazole, yang merupakan kombinasi sulfametoksazole dan trimetoprim dalam rasio 5 dengan 1 (Septrin, Bactrim) – bakteri. Bagi pasien, hubungan seksual harus dihindari hingga gejala mereda.

Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
1.  Pengkajian
Dalam melakukan pengkajian pada klien uretritis menggunakan pendekatan bersifat menyeluruh yaitu :
Data biologis meliputi :
1.    Identitas klien
Nama :
Umur :
            Jenis kelamin :
2.    Riwayat kesehatan :
·         Riwayat infeksi saluran kemih
·         Riwayat pernah menderita batu ginjal
·         Riwayat penyakit DM, jantung.
3.       Observasi & Pemeriksaan Fisik
 Observasi Tanda-tanda Vital
ü  S  :  Suhu meningkat (biasanya antara 37,5-38,5 C)
ü  N  :  Nadi meningkat (biasanya >100 x/mnt)
ü  RR  :  Pernafasan normal (18-20 x/mnt)
ü   TD  :  Tekanan darah normal (110/70-130/90 mmHg)
4.    Pengkajian fisik :
ü  Palpasi kandung kemih
ü  Inspeksi daerah meatus
·         Pengkajian warna, jumlah, bau dan kejernihan urine
·         Pengkajian pada costovertebralis

2. Diagnosa keperawatan
1.    Nyeri akut (00132) berhubungan dengan agens-agens penyebab cedera fisik (peradangan pada uretra)
2.    Gangguan rasa nyaman (00214) berhubungan dengan peradangan
3.    Gangguan eliminasi urin (00016) berhubungan dengan infeksi saluran kemih
4.     Hipertermi (00007) berhubungan dengan penyakit 


1 komentar:

  1. terimakasih banyak infonya, sangat menarik sekali dan bermanfaat

    http://landongobatherbal.com/obat-herbal-infeksi-ginjal/

    BalasHapus