Terkadang pena dan kertas dapat jadi sahabat setia ku
Saat sendiri mengunciku dalam ruangnya
Hanya mampu menyapa sinar sang mentari
Yang terbias melalui celah kecil udara
Seakan tahu setiap bebam yang tersimpan
Tak dapat terkuak oleh sahabat sejati sekalipun
Entahlah....
Peliknya kehidupan seperti dapat merangkai sikapku
Canda dan tawa suatu kemunafikan
Seakan mampu memberikan langkah-langkah pasti
Yang tak akan pernah tahu kapan terjatuh dan bungkam
Aku lelah bertanya....
Sampai kapan satu senyum akan tinggal slamanya
Berteman dengan hujan yang kapanpun akan teduh
Mengejar pelangi yang dapat hilang
Serta langit yang tak slamanya putih oleh awan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar