Sabtu, 31 Desember 2016

HIPOPARATIROID

a.    Defenisi
      i.     Hipoparatiroid adalah defisiensi kelenjar paratiroid dengan tetani sebagai gejala utama (Haznam).
    ii.     Hipoparatiroid adalah hipofungsi kelenjar paratiroid sehingga tidak dapat mensekresi hormon paratiroid dalam jumlah yang cukup. (Guyton).
  iii.     Hipoparatiroidisme adalah kondisi dimana tubuh tidak membuat cukup hormon paratiroid atau parathyroid hormone (PTH).
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa hipoparatiroid hipofungsi dari kelenjar paratiroid sehingga hormon paratiroid tidak dapat disekresi dalam jumlah yang cukup, dengan gejala utamanya yaitu tetani.
Hipoparatiroid terjadi akibat hipofungsi paratiroid atau kehilangan fungsi kelenjar paratiroid sehingga menyebabkan gangguan metabolisme kalsium dan fosfor; serum kalsium menurun (bisa sampai 5 mg %), serum fosfor meninggi (9,5-12,5 mg%). Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering disebabkan oleh kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid, dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid (secara congenital).

b.   Etiologi
Hypoparatiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
a.         Sekresi hormone paratiroid yang kurang adekuat akibat suplai darah terganggu.
hypofungsi paratiroid atau kehilangan fungsi kelenjar paratiroid. Hal ini
merupakan penyebab hypoparatiroidisme yang paling sering ditemukan.
b.         Komplikasi pembedahan pada jaringan kelenjar paratiroid diangkat pada saat
dilakukan tiroidektomi, paratiroidektomi, atau diseksi radikal leher.
c.         Radiasi atas kelenjar tiroid
d.        Gangguan autoimun genetik
e.         Cedera leher
f.          Hemoksomatosis



c.    Patofisiologi
Gejala hipoparatiroidisme disebabkan oleh defisiensi parathormon yang
mengakibatkan kenaikan kadar fosfat darah (hiperfosfatemia) dan penurunan konsentrasi kalsium darah (hipokalsemia). Tanpa adanya parathormon akan terjadi penurunan absorpsi intestinal kalsium dari makanan dan penurunan resorpsi kalsium dari tulang dan di sepanjang tubulus renalis. Penurunan eksresi fosfat melalui ginjal menyebabkan hipofosfaturia dan kadar kalsium serum yang rendah mengakibatkan hipokalsiuria.
d. Manifestasi klinik
Hipokalsemia menyebabkan iritabilitas sistem neuromuscular dan turut menimbulkan gejala utama hypoparatiroidisme yang berupa tetanus.
Tetanus merupakan hipertonia otot menyeluruh dengan disertai:
·         Tremor
·         Konstriksi spasmodic/ tak ter koordinasi yang terjadi dengan atau tanpa upaya
untuk melakukan gerakan volunteer
1. Pada Tetanus Laten
a. Gejala patirasa
b. Kesemutan dan kram pada ekstremitas dengan keluhan perasaaan kaku pada kedua belah tangan serta kaki. Pada tetanus laten, ditunjukkan oleh tanda Trousseau atau tanda Chvostek yang positif.
·         Tanda trousseau dianggap positif apabila terjadi spasme karpopedal yang ditimbulkan akibat penyumbatan aliran darah ke lengan selama 3 menit dengan manset tensimeter.
·         Tanda chvostek menunjukkan hasil positif apabila pengetukan yang dilakukan secara tiba-tiba di daerah nervus fasialis tepat di depan kelenjar parotis dan di sebelah anterior telinga menyebabkan spasme atau gerakan kedutan di mulut, hidung, dan mata
2. Pada Tetanus yang Nyata (Overt):
a.       Bronkospasme
b.      Spasme laring
c.       Spasme karpopedal (fleksi sendi siku serta pergelangan tangan dan ekstensi sensi karpofalangeal)
d.      Disfagia
e.       Fotofobia
f.       Aritmia jantung
g.      Kejang
h.      Ansietas
i.        Iritabilitas
j.        Depresi, kemunduran mental, psikosis
k.      Kulit bersisik dan kuku patah

e. Penatalaksanaan
Tujuan terapi adalah untuk menaikkan kadar kalsium serum sampai 9 hingga 10 mg/dl (2,2 hingga ,5 mmol/L) dan menghilangkan gejala hypoparatiridisme serta hipokalsemia
1. Apabila terjadi hipokalsemia dan tetanus pascatiroidektomi, terapi yang harus diberikan adalah pemberian kalsium glukonas intravena. Jika terapi ini tidak segera menurunkan iritabilitas neuromuscular dan serangan kejang, preparat sedative, seperti pentobarbital dapat diberikan.
2. Pemberian preparat parathormon parenteral dapat dilakukan untuk mengatasi hipoparatiroidisme akut disertai tetanus. Namun demikian, akibat tingginya insidens reaksi alergi pada penyuntikan parathormon, maka penggunaaan preparat ini dibatasi hanya pada pasien hipokalsemia akut. Pasien yang mendapatkan parathormon memerlukan pemantauan akan adanya perubahan kadar kalsium serum dan reaksi alergi.
3. Preparat vitamin D dengan dosis yang bervariasi biasanya diperlukan dan akan meningkatkan absorpsi kalsium dari traktus gastrointestinal.
a. Dihidrotakiserol (AT 10 atau Hytakerol)
b. Ergokal siferol (vitamin D2)
c. Kolekalsiferol (vitamin D3)
4. Trakeostomi atau ventilasi mekanis mungkin dibutuhkan bersama dengan obatobat bronkodilator jika pasien mengalami gangguan pernapasan.
5. Diet tinggi kalsium rendah fosfor
·         Meskipun susu, produk susu dan kuning telur merupakan makanan yang tinggi kalsium, jenis makanan ini harus dibatasi karena kandungan fosfornya tinggi.
·         Bayam juga perlu dihindari karena mengandung oksalat yang akan membentuk garam kalsium yang tidak larut.
·         Tablet oral garam kalsium, seperti kalsium glukonat,dapat diberikan suplemen dalam diet.
·         Gel alumunium hidroksida atau alumunium karbonat (gelusil, amphojel) diberikan sesudah makan untuk mengikat fosfat dan meningkatkan ekskresi lewat traktus gastrointestinal.
6. Pengaturan lingkungan yang bebas dari suara bising, hembusan angin yang tiba-tiba, cahaya yang terang atau gerakan yang mendadak. Adanya iritabilitas neuromuskuler, penderita hipokalsemia sangat memerlukan lingkungan tersebut.

f. Komplikasi

1.      Hipokalsemia
Keadaan klinis yang disebabkan oleh kadar kalsium serum kurang dari 9 mg/100ml. Kedaan ini mungkin disebabkan oleh terangkatnya kelenjar paratiroid waktu pembedahan atau sebagai akibat destruksi autoimun dari kelenjar-kelenjar tersebut.
2.      Insufisiensi ginjal kronik

Pada keadaan ini kalsium serum rendah, fosfor serum sangat tinggi, karena retensi dari fosfor dan ureum kreatinin darah meninggi. Hal ini disebabkan tidak adanya kerja hormon paratiroid yang diakibatkan oleh keadaan seperti diatas (etiologi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar