Masih mampukah bibir terbersitkan tawa, saat keseimbangan itu dengan tega perlahan menjauh tanpa suara, tanpa bertanya, tanpa perduli. Hati masih bermain dengan menangguhkan jawaban, siapa kejam, siapa jahat, siapa aku, kamu, dan siapa kita, saat menyesal pilihan terakhir yang melumatkan kasih sayang. Dan mampukah bertahan bersama lengang yg tak kunjung reda. Terkapar oleh sapaan selamat tinggal, perlahan hilang didetik ingatanmu. ~SN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar