A. Definisi
·
Herpes zoster adalahradangkulitakut yang
bersifat khas seperti gerombolan vesikel unilateral, sesuai dengan dermatomanya
(persyarafannya).
·
Herpes zoster adalah suatu infeksi
yang dialamiolehseseorang yang tidak mempunyai kekebalan terhadap varicella (misalnya seseorang
yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh varicella dalam bentuk cacar air).
·
Herpes zoster adalah penyakit yang
disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella – Zoster yang
sifatnya localized, dengan ciri khas berupa nyeri radikuler, unilateral,
dan gerombolan vesikel yang tersebar sesuai dermatom yang diinervasi satu ganglion
sarafsensoris.
B. Klasifikasi
1.Herpes zoster oftalmikus
Herpes zoster oftalmikus merupakan infeksi virus
herpes zoster yang mengenai bagian ganglion gasseri yang menerima serabut saraf
dari cabang ophtalmicus saraf trigeminus (N.V), ditandai erupsi herpetik
unilateral pada kulit.
Infeksi diawali dengan nyeri kulit pada satu sisi kepala dan wajah disertai gejala konstitusi seperti lesu, demam ringan. Gejala prodromal berlangsug 1 sampai 4 hari sebelum kelainan kulit timbul. Fotofobia, banyak kelar air mata, kelopak mata bengkak dan sukar dibuka.
Infeksi diawali dengan nyeri kulit pada satu sisi kepala dan wajah disertai gejala konstitusi seperti lesu, demam ringan. Gejala prodromal berlangsug 1 sampai 4 hari sebelum kelainan kulit timbul. Fotofobia, banyak kelar air mata, kelopak mata bengkak dan sukar dibuka.
2. Herpes zoster fasialis
Herpes zoster fasialis merupakan infeksi virus herpes
zoster yang mengenai bagian ganglion gasseri yang menerima serabut saraf
fasialis (N.VII), ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
3. Herpes zoster brakialis
Herpes zoster brakialis merupakan infeksi virus herpes
zoster yang mengenai pleksus brakialis yang ditandai erupsi herpetik unilateral
pada kulit.
4.Herpes zoster torakalis
Herpes zoster
torakalis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai pleksus torakalis
yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
D. Etiologi
Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varisela
zoster (VVZ) dan tergolong virus berinti DNA, virus ini berukuran 140-200 nm,
yang termasuk subfamili alfa herpes viridae. Berdasarkan sifat biologisnya
seperti siklus replikasi, penjamu, sifat sitotoksik dan sel tempat hidup laten
diklasifikasikan kedalam 3 subfamili yaitu alfa, beta dan gamma. VVZ dalam
subfamili alfa mempunyai sifat khas menyebabkan infeksi primer pada sel epitel
yang menimbulkan lesi vaskuler. Selanjutnya setelah infeksi primer, infeksi
oleh virus herpes alfa biasanya menetap dalam bentuk laten didalam neuron dari
ganglion.
Virus yang laten ini pada saatnya akan menimbulkan
kekambuhan secara periodik. Secara in vitro virus herpes alfa mempunyai jajaran
penjamu yang relatif luas dengan siklus pertumbuhan yang pendek serta mempunyai
enzim yang penting untuk replikasi meliputi virus spesifik DNA polimerase dan
virus spesifik deoxypiridine (thymidine) kinase yang disintesis di dalam sel
yang terinfeksi.
E. Patofisiologi
Infeksi primer dari VVZ ini pertama kali terjadi di
daerah nasofaring. Disini virus mengadakan replikasi dan dilepas ke darah
sehingga terjadi viremia permulaan yang sifatnya terbatas dan asimptomatik.
Keadaan ini diikuti masuknya virus ke dalam Reticulo Endothelial System (RES)
yang kemudian mengadakan replikasi kedua yang sifat viremia nya lebih luas dan
simptomatik dengan penyebaran virus ke kulit dan mukosa. Sebagian virus juga
menjalar melalui serat-serat sensoris ke satu atau lebih ganglion sensoris dan
berdiam diri atau laten didalam neuron. Selama antibodi yang beredar didalam
darah masih tinggi, reaktivasi dari virus yang laten ini dapat dinetralisir,
tetapi pada saat tertentu dimana antibodi tersebut turun dibawah titik kritis
maka terjadilah reaktivasi dari virus sehingga terjadi herpes zoster.
F. Manifestasi Klinis
a)
Gejala prodomal
·
Keluhanbiasanyadiawalidengangejalaprodomal yang
berlangsungselama 1 – 4 hari.
·
Gejala yang mempengaruhitubuh :demam, sakitkepala,
fatigue, malaise, nusea, rash, kemerahan, sensitive, sore
skin ( penekanankulit), nyeri, (rasa
terbakaratautertusuk), gataldankesemutan.
·
Nyeribersifat segmental
dandapatberlangsungterusmenerusatauhilangtimbul.
Nyerijugabisaterjadiselamaerupsikulit.
·
Gejala yang mempengaruhimata :Berupakemerahan,
sensitive terhadapcahaya, pembengkakankelopakmata. kekeringanmata,
pandangankabur, penurunansensasipenglihatandan lain – lain.
b) Timbul erupsi kulit
·
Kadangterjadilimfadenopati regional
·
Erupsikulithampirselalu unilateral
danbiasanyaterbataspadadaerahyangdipersarafiolehsatu ganglion sensorik. Erupsidapatterjadi
di seluruhbagian tubuh, yang tersering di daerah
ganglion torakalis.
·
Lesidimulaidengan macula eritroskuamosa,
kemudianterbentukpapul–papuldandalamwaktu 12–24 jam
lesiberkembangmenjadivesikel. Padahariketigaberubahmenjadipastul yang
akanmengeringmenjadikrustadalam 7–10 hari. Krustadapatbertahansampai 2–3
minggukemudianmengelupas. Padasaatininyeri segmental jugamenghilang
·
Lesibarudapatterusmunculsampaiharike 4
dankadang–kadangsampaiharike 7
·
Erupsikulit yang beratdapatmeninggalkan macula
hiperpigmentasidanjaringanparut (pitted scar)
·
Padalansiabiasanyamengalamilesi yang
lebihparahdanmerekalebih sensitive terhadapnyeri yang dialami.
G. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan diagnostic pada Herpes zoster :
·
TzanckSmear :mengidentifikasi virus herpes
tetapitidakdapatmembedakan herpes zoster dan herpes simplex.
·
Kulturdaricairanvesikeldantes antibody :
digunakanuntukmembedakan diagnosis herpes virus
·
Immunofluororescent : mengidentifikasi varicella di
selkulit
·
Pemeriksaanhistopatologik
·
Pemerikasaanmikroskop electron
·
Kultur virus
·
Identifikasi anti gen / asamnukleat VVZ (virus
varisela zoster)
·
Deteksi antibody terhadapinfeksi virus.
H.
Penatalaksanaan
a)
Pengobatan
1) Pengobatan topical
·
Pada stadium vesicular diberibedaksalicyl 2%
ataubedakkocokkalaminuntukmencegahvesikelpecah
·
Bilavesikelpecahdanbasah,
diberikankompresterbukadenganlarutanantiseptikataukompresdingindenganlarutan
burrow 3 x sehariselama 20 menit
·
Apabilalesiberkrustadanagakbasahdapatdiberikansalepantibiotik
(basitrasin / polysporin )untukmencegahinfeksisekunderselama 3 x sehari.
2)
Pengobatan sistemik
·
Drug of choice- nyaadalah acyclovir yang
dapatmengintervensisintesis virus danreplikasinya.
Meskitidakmenyembuhkaninfeksi herpes
namundapatmenurunkankeparahanpenyakitdannyeri. Dapatdiberikansecara oral,
topical atau parenteral.
Pemberianlebihefektifpadaharipertamadankeduapascakemunculanvesikel.
Namunhanyamemilikiefek yang kecilterhadappostherpetic neuralgia.
·
Antiviral lain yang dianjurkanadalahvidarabine (Ara–A,
Vira–A) dapatdiberikanlewatinfusintravenaatausalepmata.
·
Kortikosteroiddapatdigunakanuntukmenurunkanresponinflamasidanefektifnamunpenggunaannyamasihkontroversikarenadapatmenurunkanpenyembuhandanmenekanrespon
immune.
·
Analgesik non
narkotikdannarkotikdiresepkanuntukmanajemennyeridanantihistamindiberikanuntukmenyembuhkanpriritus.
b)
Penderita dengan keluhan mata
Keterlibatan seluruh mata atau ujung hidung yang menunjukan hubungan dengan
cabang nasosiliaris nervus optalmikus, harus ditangani dengan konsultasi
opthamologis. Dapat diobati dengan salaep mata steroid topical dan mydriatik,
anti virus dapat diberikan.
c) Neuralgia Pasca
Herpes zoster
·
Bilanyerimasihterasameskipunsudahdiberikan acyclovir
padafaseakut, makadapatdiberikan anti depresantrisiklik ( misalnya :
amitriptilin 10 – 75 mg/hari)
·
Tindaklanjutketatbagipenanganannyeridandukunganemosionalmerupakanbagianterpentingperawatan
·
Intervensibedahataurujukankekliniknyeridiperlukanpadaneuralgiberat
yang tidakteratasi
I. Komplikasi
1. Neuralgia paskaherpetic
Neuralgia paskaherpetikadalah rasa nyeri yang timbulpadadaerahbekaspenyembuhan.Neuralgia
inidapatberlangsungselamaberbulan-bulansampaibeberapatahun.Keadaaninicenderungtimbulpadaumurdiatas
40 tahun, persentasenya 10 - 15 % dengangradasinyeri yang
bervariasi.Semakintuaumurpenderitamakasemakintinggipersentasenya.
2. Infeksisekunder
Padapenderitatanpadisertaidefisiensiimunitasbiasanyatanpakomplikasi.Sebaliknyapada
yang disertaidefisiensiimunitas, infeksi H.I.V., keganasan,
atauberusialanjutdapatdisertaikomplikasi.Vesikelseringmanjadiulkusdenganjaringannekrotik.
3. Kelainanpadamata
Pada herpes zoster oftatmikus, kelainan yang munculdapatberupa: ptosis
paralitik, keratitis, skleritis, uveitis, korioratinitisdan neuritis optik.
4. Sindrom Ramsay Hunt
Sindrom Ramsay Hunt terjadikarenagangguanpadanervusfasialisdanotikus,
sehinggamemberikangejalaparalisisototmuka (paralisis Bell), kelainankulit yang
sesuaidengantingkatpersarafan, tinitus, vertigo, gangguanpendengaran,
nistagmus, nausea, dangangguanpengecapan.
5. Paralisis motorik
Paralisismotorikdapatterjadipada 1-5% kasus, yang terjadiakibatperjalanan
virus secarakontinuitatumdari ganglion sensorikkesistemsaraf yang
berdekatan.Paralisisinibiasanyamunculdalam 2
minggusejakmunculnyalesi.Berbagaiparalisisdapatterjadiseperti: di wajah,
diafragma, batangtubuh, ekstremitas, vesikaurinariadan anus.
Umumnyaakansembuhspontan.
J. Pencegahan
Untukmencegahherper zoster, salahsatucara yang
dapatditempuhadalahpemberianvaksinasi.
Vaksinberfungsiuntukmeningkatkanresponspesifiklimfositsitotoksikterhadap virus
tersebutpadapasienseropositifusialanjut.Vaksin herpes zoster dapatberupa virus
herpes zoster yang telahdilemahkanataukomponenselular virus tersebut yang
berperansebagaiantigen.Penggunaan virus yang
telahdilemahkantelahterbuktidapatmencegahataumengurangirisikoterkenapenyakittersebutpadapasien
yang rentan, yaitu orang lanjutusiadanpenderitaimunokompeten,
sertaimunosupresi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar