Senin, 17 Oktober 2016

HERPES ZOSTER

A. Definisi

·        Herpes zoster adalahradangkulitakut yang bersifat khas seperti gerombolan vesikel unilateral, sesuai dengan dermatomanya (persyarafannya).
·        Herpes zoster adalah suatu infeksi yang dialamiolehseseorang yang tidak mempunyai kekebalan terhadap varicella (misalnya seseorang yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh varicella dalam bentuk cacar air).
·        Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella – Zoster yang sifatnya localized, dengan ciri khas berupa nyeri radikuler, unilateral, dan gerombolan vesikel yang tersebar sesuai dermatom yang diinervasi satu ganglion sarafsensoris.

  B. Klasifikasi

1.Herpes zoster oftalmikus

Herpes zoster oftalmikus merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai bagian ganglion gasseri yang menerima serabut saraf dari cabang ophtalmicus saraf trigeminus (N.V), ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.
Infeksi diawali dengan nyeri kulit pada satu sisi kepala dan wajah disertai gejala konstitusi seperti lesu, demam ringan. Gejala prodromal berlangsug 1 sampai 4 hari sebelum kelainan kulit timbul. Fotofobia, banyak kelar air mata, kelopak mata bengkak dan sukar dibuka.

2. Herpes zoster fasialis

Herpes zoster fasialis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai bagian ganglion gasseri yang menerima serabut saraf fasialis (N.VII), ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.

3. Herpes zoster brakialis

Herpes zoster brakialis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai pleksus brakialis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.

4.Herpes zoster torakalis

Herpes zoster torakalis merupakan infeksi virus herpes zoster yang mengenai pleksus torakalis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.

    D. Etiologi

Herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster (VVZ) dan tergolong virus berinti DNA, virus ini berukuran 140-200 nm, yang termasuk subfamili alfa herpes viridae. Berdasarkan sifat biologisnya seperti siklus replikasi, penjamu, sifat sitotoksik dan sel tempat hidup laten diklasifikasikan kedalam 3 subfamili yaitu alfa, beta dan gamma. VVZ dalam subfamili alfa mempunyai sifat khas menyebabkan infeksi primer pada sel epitel yang menimbulkan lesi vaskuler. Selanjutnya setelah infeksi primer, infeksi oleh virus herpes alfa biasanya menetap dalam bentuk laten didalam neuron dari ganglion.
Virus yang laten ini pada saatnya akan menimbulkan kekambuhan secara periodik. Secara in vitro virus herpes alfa mempunyai jajaran penjamu yang relatif luas dengan siklus pertumbuhan yang pendek serta mempunyai enzim yang penting untuk replikasi meliputi virus spesifik DNA polimerase dan virus spesifik deoxypiridine (thymidine) kinase yang disintesis di dalam sel yang terinfeksi.

E. Patofisiologi

Infeksi primer dari VVZ ini pertama kali terjadi di daerah nasofaring. Disini virus mengadakan replikasi dan dilepas ke darah sehingga terjadi viremia permulaan yang sifatnya terbatas dan asimptomatik. Keadaan ini diikuti masuknya virus ke dalam Reticulo Endothelial System (RES) yang kemudian mengadakan replikasi kedua yang sifat viremia nya lebih luas dan simptomatik dengan penyebaran virus ke kulit dan mukosa. Sebagian virus juga menjalar melalui serat-serat sensoris ke satu atau lebih ganglion sensoris dan berdiam diri atau laten didalam neuron. Selama antibodi yang beredar didalam darah masih tinggi, reaktivasi dari virus yang laten ini dapat dinetralisir, tetapi pada saat tertentu dimana antibodi tersebut turun dibawah titik kritis maka terjadilah reaktivasi dari virus sehingga terjadi herpes zoster.

F. Manifestasi Klinis

a)      Gejala prodomal

·        Keluhanbiasanyadiawalidengangejalaprodomal yang berlangsungselama 1 – 4 hari.
·        Gejala yang mempengaruhitubuh :demam, sakitkepala, fatigue, malaise, nusea, rash, kemerahan, sensitive, sore skin ( penekanankulit), nyeri, (rasa terbakaratautertusuk), gataldankesemutan.
·        Nyeribersifat segmental dandapatberlangsungterusmenerusatauhilangtimbul. Nyerijugabisaterjadiselamaerupsikulit.
·        Gejala yang mempengaruhimata :Berupakemerahan, sensitive terhadapcahaya, pembengkakankelopakmata. kekeringanmata, pandangankabur, penurunansensasipenglihatandan lain – lain.

b)       Timbul erupsi kulit

·        Kadangterjadilimfadenopati regional
·        Erupsikulithampirselalu unilateral danbiasanyaterbataspadadaerahyangdipersarafiolehsatu ganglion sensorik. Erupsidapatterjadi di seluruhbagian tubuh, yang tersering di daerah ganglion torakalis.
·        Lesidimulaidengan macula eritroskuamosa, kemudianterbentukpapul–papuldandalamwaktu 12–24 jam lesiberkembangmenjadivesikel. Padahariketigaberubahmenjadipastul yang akanmengeringmenjadikrustadalam 7–10 hari. Krustadapatbertahansampai 2–3 minggukemudianmengelupas. Padasaatininyeri segmental jugamenghilang
·        Lesibarudapatterusmunculsampaiharike 4 dankadang–kadangsampaiharike 7
·        Erupsikulit yang beratdapatmeninggalkan macula hiperpigmentasidanjaringanparut (pitted scar)
·        Padalansiabiasanyamengalamilesi yang lebihparahdanmerekalebih sensitive terhadapnyeri yang dialami.

 

G.    Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan diagnostic pada Herpes zoster :
·        TzanckSmear :mengidentifikasi virus herpes tetapitidakdapatmembedakan herpes zoster dan herpes simplex.
·        Kulturdaricairanvesikeldantes antibody : digunakanuntukmembedakan diagnosis herpes virus
·        Immunofluororescent : mengidentifikasi varicella di selkulit
·        Pemeriksaanhistopatologik
·        Pemerikasaanmikroskop electron
·        Kultur virus
·        Identifikasi anti gen / asamnukleat VVZ (virus varisela zoster)
·        Deteksi antibody terhadapinfeksi virus.

H. Penatalaksanaan

a)      Pengobatan

1)      Pengobatan topical
·        Pada stadium vesicular diberibedaksalicyl 2% ataubedakkocokkalaminuntukmencegahvesikelpecah
·        Bilavesikelpecahdanbasah, diberikankompresterbukadenganlarutanantiseptikataukompresdingindenganlarutan burrow 3 x sehariselama 20 menit
·        Apabilalesiberkrustadanagakbasahdapatdiberikansalepantibiotik (basitrasin / polysporin )untukmencegahinfeksisekunderselama 3 x sehari.

2)      Pengobatan sistemik

·        Drug of choice- nyaadalah acyclovir yang dapatmengintervensisintesis virus danreplikasinya. Meskitidakmenyembuhkaninfeksi herpes namundapatmenurunkankeparahanpenyakitdannyeri. Dapatdiberikansecara oral, topical atau parenteral. Pemberianlebihefektifpadaharipertamadankeduapascakemunculanvesikel. Namunhanyamemilikiefek yang kecilterhadappostherpetic neuralgia.
·        Antiviral lain yang dianjurkanadalahvidarabine (Ara–A, Vira–A) dapatdiberikanlewatinfusintravenaatausalepmata.
·        Kortikosteroiddapatdigunakanuntukmenurunkanresponinflamasidanefektifnamunpenggunaannyamasihkontroversikarenadapatmenurunkanpenyembuhandanmenekanrespon immune.
·        Analgesik non narkotikdannarkotikdiresepkanuntukmanajemennyeridanantihistamindiberikanuntukmenyembuhkanpriritus.

b)      Penderita dengan keluhan mata

Keterlibatan seluruh mata atau ujung hidung yang menunjukan hubungan dengan cabang nasosiliaris nervus optalmikus, harus ditangani dengan konsultasi opthamologis. Dapat diobati dengan salaep mata steroid topical dan mydriatik, anti virus dapat diberikan.

c)      Neuralgia Pasca Herpes zoster

·        Bilanyerimasihterasameskipunsudahdiberikan acyclovir padafaseakut, makadapatdiberikan anti depresantrisiklik ( misalnya : amitriptilin 10 – 75 mg/hari)
·        Tindaklanjutketatbagipenanganannyeridandukunganemosionalmerupakanbagianterpentingperawatan
·         Intervensibedahataurujukankekliniknyeridiperlukanpadaneuralgiberat yang tidakteratasi

I. Komplikasi


1.      Neuralgia paskaherpetic
Neuralgia paskaherpetikadalah rasa nyeri yang timbulpadadaerahbekaspenyembuhan.Neuralgia inidapatberlangsungselamaberbulan-bulansampaibeberapatahun.Keadaaninicenderungtimbulpadaumurdiatas 40 tahun, persentasenya 10 - 15 % dengangradasinyeri yang bervariasi.Semakintuaumurpenderitamakasemakintinggipersentasenya.

2.      Infeksisekunder
Padapenderitatanpadisertaidefisiensiimunitasbiasanyatanpakomplikasi.Sebaliknyapada yang disertaidefisiensiimunitas, infeksi H.I.V., keganasan, atauberusialanjutdapatdisertaikomplikasi.Vesikelseringmanjadiulkusdenganjaringannekrotik.
3.      Kelainanpadamata
Pada herpes zoster oftatmikus, kelainan yang munculdapatberupa: ptosis paralitik, keratitis, skleritis, uveitis, korioratinitisdan neuritis optik.
4.      Sindrom Ramsay Hunt
Sindrom Ramsay Hunt terjadikarenagangguanpadanervusfasialisdanotikus, sehinggamemberikangejalaparalisisototmuka (paralisis Bell), kelainankulit yang sesuaidengantingkatpersarafan, tinitus, vertigo, gangguanpendengaran, nistagmus, nausea, dangangguanpengecapan.

5.  Paralisis motorik

Paralisismotorikdapatterjadipada 1-5% kasus, yang terjadiakibatperjalanan virus secarakontinuitatumdari ganglion sensorikkesistemsaraf yang berdekatan.Paralisisinibiasanyamunculdalam 2 minggusejakmunculnyalesi.Berbagaiparalisisdapatterjadiseperti: di wajah, diafragma, batangtubuh, ekstremitas, vesikaurinariadan anus. Umumnyaakansembuhspontan.

 J. Pencegahan



Untukmencegahherper zoster, salahsatucara yang dapatditempuhadalahpemberianvaksinasi. Vaksinberfungsiuntukmeningkatkanresponspesifiklimfositsitotoksikterhadap virus tersebutpadapasienseropositifusialanjut.Vaksin herpes zoster dapatberupa virus herpes zoster yang telahdilemahkanataukomponenselular virus tersebut yang berperansebagaiantigen.Penggunaan virus yang telahdilemahkantelahterbuktidapatmencegahataumengurangirisikoterkenapenyakittersebutpadapasien yang rentan, yaitu orang lanjutusiadanpenderitaimunokompeten, sertaimunosupresi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar