Definisi
Kolitis ulseratif adalah penyakit yang menyebabkan
peradangan dan luka, yang disebut borok, di lapisan rektum dan usus besar.
Borok terbentuk peradangan telah membunuh sel-sel yang biasanya garis usus besar,
kemudian perdarahan dan menghasilkan nanah. Peradangan dalam usus besar juga
menyebabkan usus sering kosong, menyebabkan diare.
Ketika peradangan terjadi di rektum dan bagian bawah
usus besar ini disebut ulseratif proktitis. Jika seluruh kolon terkena disebut
pancolitis. Jika hanya sisi kiri kolon terkena disebut terbatas atau kolitis
distal.
Kolitis ulseratif adalah penyakit inflamasi usus
(IBD), nama umum untuk penyakit-penyakit yang menyebabkan peradangan di usus
halus dan usus besar. Ini bisa sulit untuk mendiagnosis karena gejala yang
mirip dengan gangguan usus lainnya dan jenis lain IBD disebut penyakit Crohn.
Penyakit Crohn berbeda karena menyebabkan peradangan lebih dalam dinding usus
dan dapat terjadi di bagian lain dari sistem pencernaan termasuk usus kecil,
mulut, kerongkongan, dan perut.
Kolitis Ulseratif adalah
merupakan penyakit primer yang didapatkan pada kolon, yang merupakan perluasaan
dari rektum. (Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. 1990. 137)
Kolitis Ulseratif mempengaruhi mukosa superficial
kolon dan dikarakteristikkan dengan adanya ulserasi multiple, inflamasi
menyebar, dan deskuamasi atau pengelupasan epithelium kolonik. Awitan puncak
penyakit ini adalah antara usia 15 sampai 40 tahun, dan menyerang kedua jenis
kelamin sama banyak.
Perdarahan terjadi sebagai akibat dari ulserasi. Lesi
berlanjut, yang terjadi secara bergiliran, satu lesi diikuti oleh lesi yang
lainnya. Proses penyakit mulai pada rectum dan akhirnya dapat mengenai seluruh
kolon. Akhinya usus menyempit, memendek, dan menebal akibat hiperatrofi
muskuler dan deposit lemak.
2.Etiologi
Faktor genetik tampaknya berperan dalam etiologi,
karena terdapat hubungan familial. Juga terdapat bukti yang menduga bahwa
autoimunnita berperan dalam patogenisis kolitis ulserativa. Antibodi antikolon
telah ditemukan dalam serum penderita penyakit ini. Dalam biakan jaringan
limfosit dari penderrita kolitis ulserativa merusak sel epitel pada kolon.
Selain itu ada juga beberapa fakor yang dicurigai
menjadi penyebab terjadinya colitis ulseratif diantaranya adalah :
hipersensitifitas terhadap factor lingkungan dan makanan, interaksi imun tubuh
dan bakteri yang tidak berhasil (awal dari terbentuknya ulkus), pernah
mengalami perbaikan pembuluh darah, dan stress.
3.Patifisilogi
Suatu serangan bisa mendadak dan berat, menyebabkan
diare hebat, demam tinggi, sakit perut dan peritonitis (radang selaput perut).
Selama serangan, penderita tampak sangat sakit. Yang lebih sering terjadi
adalah serangannya dimulai bertahap, dimana penderita memiliki keinginan untuk
buang air besar yang sangat, kram ringan pada perut bawah dan tinja yang
berdarah dan berlendir.
Jika penyakit ini terbatas pada rektum dan kolon
sigmoid, tinja mungkin normal atau keras dan kering. Tetapi selama atau
diantara waktu buang air besar, dari rektum keluar lendir yang mengandung
banyak sel darah merah dan sel darah putih. Gejala umum berupa demam, bisa
ringan atau malah tidak muncul. Jika penyakit menyebar ke usus besar, tinja lebih
lunak dan penderita buang air besar sebanyak 10-20 kali/hari.
Penderita sering mengalami kram perut yang berat,
kejang pada rektum yang terasa nyeri, disertai keinginan untuk buang air besar
yang sangat. Pada malam haripun gejala ini tidak berkurang.
Tinja tampak encer dan mengandung nanah, darah dan lendir.
Yang paling sering ditemukan adalah tinja yang hampir seluruhnya berisi darah
dan nanah.
Penderita bisa demam, nafsu makannya menurun dan berat
badannya berkurang.Kolitis ulseratif adalah penyakit ulseratif dan inflamasi
berulang dari lapisan mukosa kolon dan rectum. Penyakit ini umumnya mengenai
orang kaukasia, termasuk keturunan Yahudi. Puncak insidens adalah pada usia
30-50 tahun. Kolitis ulseratif adalah penyakit serius, disertai dengan
komplikasi sistemik dan angka mortalitas yang tinggi. Akhirnya 10%-15% pasien
mengalami karsinoma kolon.
Kolitis ulseratif mempengaruhi mukosa superfisisal
kolon dan dikarakteristikkan dengan adanya ulserasi multiple, inflamasi
menyebar, dan deskuamasi atau pengelupasan epitelium kolonik. Perdarahan
terjadi sebagai akibat dari ulserasi. Lesi berlanjut, yang terjadi satu secara
bergiliran, satu lesi diikuti lesi yang lainnya. Proses penyakit mulai pada
rectum dan akhirnya dapat mengenai seluruh kolon. Akhirnya usus menyempit,
memendek dan menebal akibat hipertrofi muskuler dan deposit lemak.
4.Manifesyasi klinis
Kebanyakan gejala Colitis ulserativa pada awalnya
adalah berupa buang air besar yang lebih sering. Gejala yang paling umum dari
kolitis ulseratif adalah sakit perut dan diare berdarah. Pasien juga dapat mengalami:
·
Anemia
·
Fatigue/ Kelelahan
·
Berat badan menurun
·
Hilangnya nafsu makan
·
Hilangnya cairan tubuh dan nutrisi
·
Lesi kulit (eritoma nodosum)
·
Lesi mata (uveitis)
·
Nyeri sendi
·
Kegagalan pertumbuhan (khususnya pada anak-anak)
·
Buang air besar beberapa kali dalam sehari (10-20 kali
sehari)
·
Terdapat darah dan nanah dalam kotoran.
·
Perdarahan rektum (anus).
·
Rasa tidak enak di bagian perut.
·
Mendadak perut terasa mulas.
·
Kram perut.
·
Sakit pada persendian.
·
Rasa sakit yang hilang timbul pada rectum
·
Anoreksia
·
Dorongan untuk defekasi
·
Hipokalsemia
Sekitar setengah dari orang-orang didiagnosis dengan
kolitis ulserativa memiliki gejala-gejala ringan. Lain sering menderita demam,
diare, mual, dan kram perut yang parah. Kolitis ulserativa juga dapat
menyebabkan masalah seperti radang sendi, radang mata, penyakit hati, dan
osteoporosis. Tidak diketahui mengapa masalah ini terjadi di luar usus. Para
ilmuwan berpikir komplikasi ini mungkin akibat dari peradangan yang dipicu oleh
sistem kekebalan tubuh. Beberapa masalah ini hilang ketika kolitis
diperlakukan.
Presentasi klinis dari kolitis ulserativa tergantung
pada sejauh mana proses penyakit. Pasien biasanya hadir dengan diare bercampur
darah dan lendir, dari onset gradual. Penyakit ini biasanya disertai dengan
berbagai derajat nyeri perut, dari ketidaknyamanan ringan untuk sangat
menyakitkan kram.
Kolitis ulseratif berhubungan dengan proses peradangan
umum yang mempengaruhi banyak bagian tubuh. Kadang-kadang terkait ekstra-gejala
usus adalah tanda-tanda awal penyakit, seperti sakit, rematik lutut pada
seorang remaja. Kehadiran penyakit ini tidak dapat dikonfirmasi, namun, sampai
awal manifestasi usus.
6. Penatalaksanaan
Tindakan
medis untuk colitis ulseratif ditujukan untuk mengurangi inflamasi, menekan
respon imun, dan mengistirahatkan usus yang sakit, sehingga penyembuhan dapat
terjadi.
•
Penatalaksanaan secara umum
Ø Pendidikan
terhadap keluarga dan penderita.
Ø Menghindari makanan yang mengeksaserbasi diare.
Ø Menghindari makanan dingin, dan merokok karena keduanya dapat meningkatkan
motilitas usus.
Ø Hindari susu karena dapat menyebabkan diare pada individu yang intoleransi
lactose.
•
Terapi Obat.
Obat- obatan sedatife dan antidiare/ antiperistaltik digunakan untuk
mengurangi peristaltic sampai minimum untuk mengistirahatkan usus yang
terinflamasi.
Ø Menangani
Inflamasi : Sulfsalazin
(Azulfidine) atau
Sulfisoxazal
(Gantrisin).
Ø Antibiotic :
Digunakan untuk infeksi.
Ø Azulfidin :
Membantu dalam mencegah kekambuhan.
Ø Mengurangi Peradangan : Kortikosteroid (Bila
kortikosteroid dikurangi/ dihentikan, gejala penyakit dapat
berulang. Bila kortikosteroid dilanjutkan gejala sisa merugikan seperti
hipertensi, retensi cairan, katarak, hirsutisme (pertumbuhan rambut yang
abnormal).
•
Psikoterapi : Ditujukan untuk menentukan factor
yang menyebabkan stres pada pasien, kemampuan menghadapi faktor- faktor ini,
dan upaya untuk mengatasi konflik ehingga mereka tidak berkabung karena kondisi
mereka.
7.
Komplikasi
Komplikasi pada Kolitis Ulseratif adalah :
Ø Penyempitan
lumen usus.
Ø Pioderma
gangrenosa.
Ø Episkleritis.
Ø Uveitis
Ø Arthritis.
Ø Spondilitis
ankilosa.
Ø Gangguan
fungsi hati.
Ø Karsinoma
kolon.
Ø Retinitis.
Ø Hemoragi.
Ø Perforasi.
Ø Neoplasma
malignan.
Ø Nefrolitiasis.
Ø Eritema
nodosum.
Ø Batu ginjal.
Ø Batu
empedu.
Coba hubungi dr Muhammad yusuf. beliau punya obat racikan khusus yang bisa membantu menyembuhkan penyakit ini... Awal nya Teman saya ada juga kena penyakit seperti ini dan sudah capek berobat ke rumah sakit... Bahkan sampai ke penang Malaysia. Dan tak juga sembuh.
BalasHapusTapi kata nya semenjak berobat ke dokter Muhammad yusuf yang di sarankan kakak ipar nya dengan meminum obat racikan khusus yang bisa di tebus dengan beliau langsung dari beliau selama 3 bulan alhamdulillah sudah jauh lebih baik dan sekarang sudah sembuh dia nya...
Dan adik sepupu saya fitri juga sembuh dengan beliau juga.
Jadi saya saran kan coba lah hubungan dokter nya langsung aja ya... Agar lebih jelas.
No nya dokter yusuf nya 0853-6167-5232.