Sabtu, 31 Desember 2016

KOLITIS ULSERATIF

Definisi
Kolitis ulseratif adalah penyakit yang menyebabkan peradangan dan luka, yang disebut borok, di lapisan rektum dan usus besar. Borok terbentuk peradangan telah membunuh sel-sel yang biasanya garis usus besar, kemudian perdarahan dan menghasilkan nanah. Peradangan dalam usus besar juga menyebabkan usus sering kosong, menyebabkan diare.

Ketika peradangan terjadi di rektum dan bagian bawah usus besar ini disebut ulseratif proktitis. Jika seluruh kolon terkena disebut pancolitis. Jika hanya sisi kiri kolon terkena disebut terbatas atau kolitis distal.

Kolitis ulseratif adalah penyakit inflamasi usus (IBD), nama umum untuk penyakit-penyakit yang menyebabkan peradangan di usus halus dan usus besar. Ini bisa sulit untuk mendiagnosis karena gejala yang mirip dengan gangguan usus lainnya dan jenis lain IBD disebut penyakit Crohn. Penyakit Crohn berbeda karena menyebabkan peradangan lebih dalam dinding usus dan dapat terjadi di bagian lain dari sistem pencernaan termasuk usus kecil, mulut, kerongkongan, dan perut.

Kolitis Ulseratif adalah merupakan penyakit primer yang didapatkan pada kolon, yang merupakan perluasaan dari rektum. (Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. 1990. 137)
Kolitis Ulseratif mempengaruhi mukosa superficial kolon dan dikarakteristikkan dengan adanya ulserasi multiple, inflamasi menyebar, dan deskuamasi atau pengelupasan epithelium kolonik. Awitan puncak penyakit ini adalah antara usia 15 sampai 40 tahun, dan menyerang kedua jenis kelamin sama banyak.
Perdarahan terjadi sebagai akibat dari ulserasi. Lesi berlanjut, yang terjadi secara bergiliran, satu lesi diikuti oleh lesi yang lainnya. Proses penyakit mulai pada rectum dan akhirnya dapat mengenai seluruh kolon. Akhinya usus menyempit, memendek, dan menebal akibat hiperatrofi muskuler dan deposit lemak.

2.Etiologi

Faktor genetik tampaknya berperan dalam etiologi, karena terdapat hubungan familial. Juga terdapat bukti yang menduga bahwa autoimunnita berperan dalam patogenisis kolitis ulserativa. Antibodi antikolon telah ditemukan dalam serum penderita penyakit ini. Dalam biakan jaringan limfosit dari penderrita kolitis ulserativa merusak sel epitel pada kolon.
Selain itu ada juga beberapa fakor yang dicurigai menjadi penyebab terjadinya colitis ulseratif diantaranya adalah : hipersensitifitas terhadap factor lingkungan dan makanan, interaksi imun tubuh dan bakteri yang tidak berhasil (awal dari terbentuknya ulkus), pernah mengalami perbaikan pembuluh darah, dan stress.

3.Patifisilogi
Suatu serangan bisa mendadak dan berat, menyebabkan diare hebat, demam tinggi, sakit perut dan peritonitis (radang selaput perut). Selama serangan, penderita tampak sangat sakit. Yang lebih sering terjadi adalah serangannya dimulai bertahap, dimana penderita memiliki keinginan untuk buang air besar yang sangat, kram ringan pada perut bawah dan tinja yang berdarah dan berlendir.

Jika penyakit ini terbatas pada rektum dan kolon sigmoid, tinja mungkin normal atau keras dan kering. Tetapi selama atau diantara waktu buang air besar, dari rektum keluar lendir yang mengandung banyak sel darah merah dan sel darah putih. Gejala umum berupa demam, bisa ringan atau malah tidak muncul. Jika penyakit menyebar ke usus besar, tinja lebih lunak dan penderita buang air besar sebanyak 10-20 kali/hari.
Penderita sering mengalami kram perut yang berat, kejang pada rektum yang terasa nyeri, disertai keinginan untuk buang air besar yang sangat. Pada malam haripun gejala ini tidak berkurang.
Tinja tampak encer dan mengandung nanah, darah dan lendir. Yang paling sering ditemukan adalah tinja yang hampir seluruhnya berisi darah dan nanah.
Penderita bisa demam, nafsu makannya menurun dan berat badannya berkurang.Kolitis ulseratif adalah penyakit ulseratif dan inflamasi berulang dari lapisan mukosa kolon dan rectum. Penyakit ini umumnya mengenai orang kaukasia, termasuk keturunan Yahudi. Puncak insidens adalah pada usia 30-50 tahun. Kolitis ulseratif adalah penyakit serius, disertai dengan komplikasi sistemik dan angka mortalitas yang tinggi. Akhirnya 10%-15% pasien mengalami karsinoma kolon.

Kolitis ulseratif mempengaruhi mukosa superfisisal kolon dan dikarakteristikkan dengan adanya ulserasi multiple, inflamasi menyebar, dan deskuamasi atau pengelupasan epitelium kolonik. Perdarahan terjadi sebagai akibat dari ulserasi. Lesi berlanjut, yang terjadi satu secara bergiliran, satu lesi diikuti lesi yang lainnya. Proses penyakit mulai pada rectum dan akhirnya dapat mengenai seluruh kolon. Akhirnya usus menyempit, memendek dan menebal akibat hipertrofi muskuler dan deposit lemak.

4.Manifesyasi klinis

Kebanyakan gejala Colitis ulserativa pada awalnya adalah berupa buang air besar yang lebih sering. Gejala yang paling umum dari kolitis ulseratif adalah sakit perut dan diare berdarah. Pasien juga dapat mengalami:
·         Anemia
·         Fatigue/ Kelelahan
·         Berat badan menurun
·         Hilangnya nafsu makan
·         Hilangnya cairan tubuh dan nutrisi
·         Lesi kulit (eritoma nodosum)
·         Lesi mata (uveitis)
·         Nyeri sendi
·         Kegagalan pertumbuhan (khususnya pada anak-anak)
·         Buang air besar beberapa kali dalam sehari (10-20 kali sehari)
·         Terdapat darah dan nanah dalam kotoran.
·         Perdarahan rektum (anus).
·         Rasa tidak enak di bagian perut.
·         Mendadak perut terasa mulas.
·         Kram perut.
·         Sakit pada persendian.
·         Rasa sakit yang hilang timbul pada rectum
·         Anoreksia
·         Dorongan untuk defekasi
·         Hipokalsemia

Sekitar setengah dari orang-orang didiagnosis dengan kolitis ulserativa memiliki gejala-gejala ringan. Lain sering menderita demam, diare, mual, dan kram perut yang parah. Kolitis ulserativa juga dapat menyebabkan masalah seperti radang sendi, radang mata, penyakit hati, dan osteoporosis. Tidak diketahui mengapa masalah ini terjadi di luar usus. Para ilmuwan berpikir komplikasi ini mungkin akibat dari peradangan yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa masalah ini hilang ketika kolitis diperlakukan.

Presentasi klinis dari kolitis ulserativa tergantung pada sejauh mana proses penyakit. Pasien biasanya hadir dengan diare bercampur darah dan lendir, dari onset gradual. Penyakit ini biasanya disertai dengan berbagai derajat nyeri perut, dari ketidaknyamanan ringan untuk sangat menyakitkan kram.

Kolitis ulseratif berhubungan dengan proses peradangan umum yang mempengaruhi banyak bagian tubuh. Kadang-kadang terkait ekstra-gejala usus adalah tanda-tanda awal penyakit, seperti sakit, rematik lutut pada seorang remaja. Kehadiran penyakit ini tidak dapat dikonfirmasi, namun, sampai awal manifestasi usus.


 6. Penatalaksanaan
Tindakan medis untuk colitis ulseratif ditujukan untuk mengurangi inflamasi, menekan respon imun, dan mengistirahatkan usus yang sakit, sehingga penyembuhan dapat terjadi.
       Penatalaksanaan secara umum
Ø  Pendidikan terhadap keluarga dan penderita.
Ø   Menghindari makanan yang mengeksaserbasi diare.
Ø   Menghindari makanan dingin, dan merokok karena keduanya dapat meningkatkan motilitas usus.
Ø    Hindari susu karena dapat menyebabkan diare pada individu yang intoleransi lactose.
       Terapi Obat.
Obat- obatan sedatife dan  antidiare/ antiperistaltik digunakan untuk mengurangi peristaltic sampai minimum untuk mengistirahatkan usus yang terinflamasi.
Ø  Menangani Inflamasi        : Sulfsalazin (Azulfidine) atau 
               Sulfisoxazal (Gantrisin).
Ø  Antibiotic                          : Digunakan untuk infeksi.
Ø    Azulfidin                           : Membantu dalam mencegah  kekambuhan.
Ø    Mengurangi Peradangan   : Kortikosteroid (Bila kortikosteroid dikurangi/ dihentikan, gejala  penyakit dapat berulang. Bila kortikosteroid dilanjutkan gejala sisa merugikan seperti hipertensi, retensi cairan, katarak, hirsutisme (pertumbuhan rambut yang abnormal).
      Psikoterapi  : Ditujukan untuk menentukan factor yang menyebabkan stres pada pasien, kemampuan menghadapi faktor- faktor ini, dan upaya untuk mengatasi konflik ehingga mereka tidak berkabung karena kondisi mereka.

7. Komplikasi
Komplikasi pada Kolitis Ulseratif adalah :


Ø  Penyempitan lumen usus.
Ø   Pioderma gangrenosa.
Ø   Episkleritis.
Ø  Uveitis
Ø  Arthritis.
Ø  Spondilitis ankilosa.
Ø   Gangguan fungsi hati.
Ø   Karsinoma kolon.
Ø   Retinitis.
Ø  Hemoragi.
Ø   Perforasi.
Ø    Neoplasma malignan.
Ø    Nefrolitiasis.
Ø    Eritema nodosum.
Ø  Batu ginjal.

Ø   Batu empedu.

1 komentar:

  1. Coba hubungi dr Muhammad yusuf. beliau punya obat racikan khusus yang bisa membantu menyembuhkan penyakit ini... Awal nya Teman saya ada juga kena penyakit seperti ini dan sudah capek berobat ke rumah sakit... Bahkan sampai ke penang Malaysia. Dan tak juga sembuh.
    Tapi kata nya semenjak berobat ke dokter Muhammad yusuf yang di sarankan kakak ipar nya dengan meminum obat racikan khusus yang bisa di tebus dengan beliau langsung dari beliau selama 3 bulan alhamdulillah sudah jauh lebih baik dan sekarang sudah sembuh dia nya...
    Dan adik sepupu saya fitri juga sembuh dengan beliau juga.
    Jadi saya saran kan coba lah hubungan dokter nya langsung aja ya... Agar lebih jelas.
    No nya dokter yusuf nya 0853-6167-5232.

    BalasHapus