A.
Pengertian
Mastoiditis
adalah segala proses peradangan pada sel- sel mastoid yang terletak pada tulang
temporal. Mastoiditis terjadi karena Streptococcus ß hemoliticus /
pneumococcus. Selain itu kurang dalam menjaga kebersihan pada telinga seperti
masuknya air ke dalam telinga serta bakteri yang masuk dan bersarang yang dapat
menyebabkan infeksi traktus respiratorius. Pada pemeriksaan telinga akan
menunjukkan bahwa terdapat pus yang berbau busuk akibat infeksi traktus
respiratorius.
Mastoiditis
adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga
tengah, jika tak diobati dapat terjadi osteomielitis ( Kep.Medikal-Bedah : 348)
B.
Etiologi
Mastoiditis terjadi karena Streptococcus ß
hemoliticus / pneumococcus. Selain itu kurang dalam menjaga kebersihan pada
telinga seperti masuknya air ke dalam telinga serta bakteri yang masuk dan
bersarang yang dapat menyebabkan infeksi traktus respiratorius. Pada
pemeriksaan telinga akan menunjukkan bahwa terdapat pus yang berbau busuk akibat
infeksi traktus respiratorius. Mastoiditis merupakan hasil dari infeksi yang
lama pada telinga tengah, bakteri yang didapat pada mastoiditis biasanya sama
dengan bakteri yang didapat pada infeksi telinga tengah. Bakteri gram negative
dan streptococcus aureus adalah beberapa bakteri yang paling sering didapatkan
pada infeksi ini. Seperti telah disebutkan diatas, bahwa keadaan-keadaan yang
menyebabkan penurunan dari system imunologi dari seseorang juga dapat menjadi
faktor predisposisi mastoiditis. Pada beberapa penelitian terakhir,
hampir sebagian dari anak-anak yang menderita mastoiditis, tidak memiliki
penyakit infeksi telinga tengah sebelumnya. Bakteri yang berperan pada penderita
anak-anak ini adalah S. Pnemonieae.
Mastoiditis kronik lebih sering, dan beberapa
ahli mengatakan infeksi kronik ini dapat mengakibatkan pembentukan
kolesteatoma, yang merupakan pertumbuhan kulit ke dalam (epitel skuamosa) dari
lapisan luar membran timpani ke telinga tengah. Kulit dari membran timpani
lateral membentuk kantong luar, yang akan berisi kulit yang telah rusak dan
bahan sebaseus. Kantong dapat melekat ke struktur telinga tengah dan mastoid.
C. Patofisiologi
Mastoiditis
adalah hasil dari infeksi yang lama pada telinga tengah, bakteri yang didapat
pada mastoiditis biasanya sama dengan bakteri yang didapat pada infeksi telinga
tengah. streptococcus aureus adalah beberapa bakteri yang paling sering
didapatkan pada infeksi ini. Seperti telah disebutkan diatas, bahwa
keadaan-keadaan yang menyebabkan penurunan dari system imunologi dari seseorang
juga dapat menjadi faktor predisposisi mastoiditis. Seperti semua penyakit
infeksi, beberapa hal yang mempengaruhi berat dan ringannya penyakit adalah faktor
tubuh penderita dan faktor dari bakteri itu sendiri. Dapat dilihat dari angka
kejadian anak-anak yang biasanya berumur di bawah dua tahun, pada usia inilah
imunitas belum baik. Beberapa faktor lainnya seperti bentuk tulang, dan jarak
antar organ juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Faktor-faktor dari
bakteri sendiri adalah, lapisan pelindung pada dinding bakteri, pertahanan
terhadap antibiotic dan kekuatan penetrasi bakteri terhadap jaringan keras dan
lunak dapat berperan pada berat dan ringannya penyakit.
Menurut
Iskandar, H. Nurbaiti,dkk, (1997) Keradangan pada mukosa kavum timpani pada
otitis media supuratif akut dapat menjalar ke mukosa antrum mastroid. Bila
terjadi gangguan pengaliran sekret melalui aditus ad antrum dan epitimpanum
menimbulkan penumpukan sekret di antrum sehingga terjadi empiema dan
menyebabkan kerusakan pada sel – sel mastoid.
Timbul
dari infeksi yang berulang dari Otitis Media Akut.
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya infeksi berulang.
Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya infeksi berulang.
1.
Eksogen : infeksi dari luar melalui perforasi membran timpani.
2.Rinogen
: dari penyakit rongga hidung dan sekitarnya.
3.
Endogen : alergi, DM, TBC paru.
D. Manifestasi Klinis
1.
Febris/subfebris
2.
Nyeri pada telinga
3.
Hilangnya sensasi
pendengaran
4.
Bahkan kadang timbul
suara berdenging pada satu sisi telinga (dapat juga pada sisi telinga yang
lainnya)
5.
Kemerahan pada
kompleks mastoid
6.
Keluarnya cairan baik
bening maupun berupa lender
E.
Penatalaksanaan
Pengobatan radang
mastoid dengan antibiotic intravena seperti pennisilin,cefriaxone
(rhocepin), dan metronidazole (flogil) selama 14
hari.
1.
Jika pasien tidak
membaik dengan antibiotic maka dilakukan operasimastoidektomy. Tindakan
ini untuk menghilangkan sel–sel tulang mastoid yang terinfeksi dan untuk
mengalirkan nanah. Beberapa struktur telinga bagian tengah (inkus dan maleus)
mungkin perlu dipotong.
2.
Tympanoplasty yang merupakan pembedahan rekonstruksi telinga
bagian tengah untuk memelihara pendengaran
Pemeriksaan Diagnostik Mastoiditis
a. CT scan
Mendiagnosis kelainan telinga tengah, mastoid dan telinga dalam. Biasanya
memperlihatkan penebalan mukosa dalam rongga telinga tengah di samping dalam
rongga mastoid.
b. Pemeriksaan radiologis
Mengetahui adanya apasifikasi sel-sel udara mastoid oleh cairan dan
hilangnya trabekulasi normal dan sel-sel tersebut.
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Darah
2. Foto Mastoid
3. Kultur Bakteri Telinga
4. MRI
5. CT Scant
6. Radiologi
7. Tympanocintesis &
myringotomi
F. Komplikasi
Komplikasi
mastoiditis meliputi kerusakan di abducens dan syaraf-syaraf kranial wajah
(syaraf-syaraf kranial VI dan VII), menurunnya kemampuan klien untuk melihat ke
arah samping/lateral (syaraf kranial VI) dan menyebabkan mulut mencong,
seolah-olah ke samping (syaraf kranial VII). Komplikasi-komplikasi lain
meliputi vertigo, meningitis, abses otak, otitis media purulen yang kronis dan
luka infeksi (Thane, 1993).
G.
Pencegahan
Menjaga
kebersihan telinga agar tetap bersih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar