Sabtu, 31 Desember 2016

QUASI EKSPERIMENT

A.   Pengertian quasi eksperiment

Eksperimen kuasi adalah eksperimen yang memiliki perlakuan (treatments), pengukuran-pengukuran dampak (outcome measures), dan unit-unit eksperiment (experimental units) namun tidak menggunakan penempatan secara acak. Pada penelitian lapangan biasanya menggunakan rancangan eksperiment semu (kuasi eksperimen).
Desain  tidak mempunyai pembatasan yang ketat terhadap randomisasi, dan pada saat yang sama dapat mengontrol ancaman-ancaman validitas. Di sebut eksperimen semu karena eksperimen ini belum atau tidak memiliki cir-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya, karena variabel-variabel yang seharusnya dikontrol atau di manipulasi.Oleh sebab itu validitas penelitian menjadi kurang cukup untuk disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya.
Penelitian kuasi eksperimen dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu. Bentuk penelitian ini banyak digunakan dibidang     ilmu pendidikan atau penelitian lain dengan subjek yang diteliti adalah manusia, dimana mereka tidak boleh dibedakan antara satu dengan yang lain seperti mendapat perlakuan karena berstatus sebagai grup control.
Pada penelitian kuasi eksperimen peneliti dapat membagi grup yang ada dengan tanpa memmbedakan antara control dan grup secara nyata dengan tetap mengacu pada bentuk alami yang sudah ada. Desain ini tidak mempunyai pembatasan yang ketat terhadap randomisasi, dan pada saat yang sama dapat mengontrol ancaman-ancaman validitas.

B.   Tujuan

Tujuan penelitian experiment semu untuk memperkirakan kondisi eksperimen murni dalam keadaan tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau  memanipulasi semua variable yang relevan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen, namun pemilahan kedua kelompok tersebut tidak dengan teknik random. Penelitian eksperimental semu bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan, mengklarifikasi penyebab terjadinya suatu peristiwa, atau keduanya.

C.   Keuntungan dan kerugian quasi eksperiment

1.    Keuntungan Penelitian Quasi Eksperiment
Pada penelitian ekperimen semu ini tidak mempunyai batasan yang ketat terhadap randomisasi dan pada saat yang sama dapat mengontrol ancama-ancaman validitas.
2.    Kerugian Penelitian Quasi Eksperiment
·         Tidak adanya randomisasi (randoimization), yang berarti pengelompokan anggota sampel pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan dengan random atau acak.
·         Kontrol terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap eksperimen tidak dilakukan, karena eksperimenini biasanya dilakukan di masyarakat.

D.   Langkah-langkah dalam penelitian quasi eksperiment
Berikut adalah  langkah-langkah eksperimen semu :
a)    Melakukan tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan masalah yang akan di teliti.
b)    Mengidentifikasi dan membatasi masalah penelitian
c)    Merumuskan hipotesis-hipotesis penelitian
d)    Menyusun rencana eksperimen, yang biasanya mencakup
e)    Melakukan pengumpalan data tahap pertama
f)     Melakukan pengumpalan data tahap pertama (pretest)
g)    Melakukan eksperimen
h)   Mengumpulkan data tahap kedua (posttest)
i)     Mengolah dan menganalisis data.
j)      Menyusun  laporan

E.   Rancangan dalam metode quasi eksperiment

Dalam kaitannya dengan pemilihan subjek penelitian, penelitian tidak selalu dapat melakukan pemilihan subjek secara random (individual randum). Dalam penetapan random (random assignment), peneliti tidak memungkinkan memilih dan memilah subjek sesuai dengan rancangannya. Akan tetapi, peneliti terpaksa harus menerima kelas atau kelompok subjek yang telah ditentukan oleh sekolah, sesuai dengan kebijakan sekolah. Oleh sebab itulah, peniliti yang dilakukan menurut Stanley dan Campbell (Asher dan Vockel, 1995) disebut penelitian eksperimen kuasi. Walaupun demikian, apabila peneliti ini dirancang dengan cermat dan tepat tetap akan memberikan hasil yang bermanfaat.

1.    Rancangan Rangkaian Waktu (Time Series Design)
Desain penelitian ini seperti pada desain pretes-postes, tetapi mempunyai keuntungan dengan melakukan pengukuran yang berulang-ulang sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan menggunakan serangkaian pengukuran maka validitasnya lebih tinggi, dan pengaruh faktor luar dapat dikurangi karena pengukuran dilakukan lebih dari satu kali, baik sebelum maupun sesudah perlakuan, tetapi dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol.
Ciri desain ini adalah grup yang digunakan tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan, grup diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan.
O1O2O3O4 X O5O6O7O8
Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan, kelompok diberi pretest sampai empat kali dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut keadaannya labil, tidak menentu, dan tidak konsisten Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas, maka baru diberi treatment/perlakuan. Desain penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol.
Hasil pretest yang baik adalah O1=O2=O3=O4 dan hasil perlakuan yang baik adalah O5=O6=O7=O8. Besarnya pengaruh perlakuan adalah  (O5+O6+O7+O8)-(O1+O2+O3+O4).
                                                    
2.    Rancangan Non-Equivalen Group Desain
Desain ini hampir mirip dengan pretest-postest control group design, tetapi pada desain ini kelompok ekperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Dalam desain ini, baik kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol dibandingkan, kendati kelompok tersebut dipilih dan ditempatkan tanpa melalui random. Dua kelompok yang ada diberi pretes, kemudian diberikan perlakuan, dan terakhir diberikan posttest
O1 X O2
O3     O4
Desain ini dilakukan untuk membandingkan hasil intervensi program kesehatan di suatu kontrol yang serupa, tetapi tidak perlu kelompok yang benar-benar sama, sehingga sering dilakukan dalam penelitian lapangan
Contoh desain tersebut adalah dilakukan penelitian untuk mencari pengaruh adanya tambahan dosis obat pada sekelompok pasien terhadap tekanan jantung. Dalam desain penelitian dipilih satu kelompok pasien, yang separo diberi perlakuan dengan ditambah dosis obat tertentu dan yang separo tidak. O1 dan O3 merupakan tekanan jantung sebelum ditambah dosis. O2 merupakan tekanan jantung setelah ditambah dosis. O4 tekanan jantung yang tidak diberi tambahan dosis. Pengaruh tambahan dosis terhadap tekanan jantung adalah (O2-O1)-(O4-O3).

3.    Rancangan Single Subject Design
Pada umumnya penelitian pendidikan menggunakan subjek penelitian dalam bentuk kelompok (kelas). Penelitian seperti ini akan memberikan hasil yang menggambarkan keadaan satu atau beberapa kelompok, tidak menggambarkan keadaan individual dalam kelompok tersebut. Pada situasi eksperimen tertentu, perlakuan perlu diberikan hanya pada satu individu saja. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian single subject. Penelitian ini sangat berguna bagi guru yang sedang melaksanakan penelitian terhadap individual siswa, misalnya dalam melakukan penelitian bimbingan dan konseling atau dalam melakukan rehabilitasi dan terapi fisik yang perlakuannya hanya diberikan pada satu individu saja.
Desain single subject umumnya menggunakan pengukuran yang berulang dan hanya mengimpleentasikan variabel bebas tunggal yang diharapkan dapat merubah hanya satu variabel terikat. Pengukuran variabel dilakukan pada kondisi normal yang disebut baseline

4.    Rancangan rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding (Control Time Series Design)
           Desain ini sama sperti pada desain rangkaian waktu, tetapi dengan menggunakan kelompok pembanding (kontrol). Keuntungan desain ini adalah lebih menjaminadanya validitas internal yang tinggi, karena lebih memungkinkan adanya kontrol terhadap validitas internal

5.    Rancangan Separate Sample Pretest-Postest
           Dalam desain penelitian ini pengukuran pertama (pretest) dilakukan terhadap sampel yang dipilih secara random dari populasi tertentu, kemudian dilakukan perlakuan atau program pada seluruh populasi. Selanjutnya dilakukan pengukuran kedua (postest) padakelompok sampel lain, yang juga dipilih secara random dari populasi yang sama. Desain ini sangat baik untuk menghindari pengaruh atau efek dari test. Desain penelitian ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian kesehatan dan keluarga berencana.

6.    Rancangan static group comparison
Rancangan penelitian intact group comparison atau desebut juga rancangan static group comparison. Rancangan penelitian intac group desain ini sebenarnya berasal dari kelompok subjek yang sama dan berhubungan. Dalam rancangan ini sekelompok subjek yang diambil dari populasi tertentu dikelompokan secara rambang menjadi dua, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Kelompok eksperimen diberi perlakukan tertentu dalam waktu tertentu, sedangkan kelompok control tidak. Kedua kelompok subjek itu kemudian dikenakan pengukuran atau observasi (tes) yang sama. Faktor validitas seperti sejarah dan maturasi dikendalikan dengan kelompok control (yang tidak diberi perlakuan). Artinya, dalam situasi yang secara kebetulan berpengaruh terhadap hasil, yang mungkin juga berpengaruh pada hasil observasi
DAFTAR PUSTAKA


bahri, s. (2014, juni 25). makalah eksperimen semu atau quasi eksperiment. Retrieved september 24, 2015, from http://Makalah eksperimen semu atau quasi eksperimen _ BLOG ORANG LOMBOK.html



kusumaati, a. (2012, januari 29). rancangan penelitian Quasy experimen. Retrieved september 24, 2015, from http://akusumawati.blogspot.co.id/2012/01/rancangan-penelitian-quasy-experiment.html


luci, t. s. (2014, desember 02). penelitian eksperimen quasi dan eksperimen murni . Retrieved september 24, 2015, from http://youngqie.blogspot.co.id/2014/12/penelitian-eksperimen-quasi-dan.html


nadia. (n.d.). Rancangan – rancangan eksperimen semu (quasi experiment). Retrieved september 24, 2015, from http://nadiaariestian.blogspot.co.id/p/rancangan-rancangan-eksperimen-semu.html


syafriadis. (2011, november 26). METODE PENELITIAN EXPERIMEN SEMU (QUASI-EXPERIMENTAL RESEARCH) . Retrieved september 224, 2015, from http://syafriadisjafar.blogspot.co.id/2011/11/metode-penelitian-experimen-semu-quasi.html


Wulandari, R. M. (2014, mei 16). Quasi Experimental Design. Retrieved september 24, 2015, from http://www.penalaran-unm.org/artikel/penelitian/340-quasi-experimental-design.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar