A.
Pengertian quasi eksperiment
Eksperimen kuasi adalah eksperimen yang memiliki
perlakuan (treatments), pengukuran-pengukuran dampak (outcome measures), dan
unit-unit eksperiment (experimental units) namun tidak menggunakan penempatan
secara acak. Pada penelitian lapangan biasanya menggunakan rancangan
eksperiment semu (kuasi eksperimen).
Desain tidak mempunyai pembatasan yang ketat
terhadap randomisasi, dan pada saat yang sama dapat mengontrol ancaman-ancaman
validitas. Di sebut eksperimen semu karena eksperimen ini belum atau tidak
memiliki cir-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya, karena
variabel-variabel yang seharusnya dikontrol atau di manipulasi.Oleh sebab itu validitas penelitian
menjadi kurang cukup untuk disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya.
Penelitian kuasi eksperimen dapat diartikan sebagai
penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu. Bentuk penelitian
ini banyak digunakan dibidang ilmu
pendidikan atau penelitian lain dengan subjek yang diteliti adalah manusia,
dimana mereka tidak boleh dibedakan antara satu dengan yang lain seperti
mendapat perlakuan karena berstatus sebagai grup control.
Pada penelitian kuasi eksperimen peneliti dapat membagi
grup yang ada dengan tanpa memmbedakan antara control dan grup secara nyata
dengan tetap mengacu pada bentuk alami yang sudah ada. Desain ini tidak
mempunyai pembatasan yang ketat terhadap randomisasi, dan pada saat yang sama
dapat mengontrol ancaman-ancaman validitas.
B.
Tujuan
Tujuan
penelitian experiment semu untuk memperkirakan kondisi eksperimen murni dalam
keadaan tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasi semua
variable yang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan
hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping
kelompok eksperimen, namun pemilahan kedua kelompok tersebut tidak dengan
teknik random. Penelitian eksperimental semu bertujuan untuk menjelaskan
hubungan-hubungan, mengklarifikasi penyebab terjadinya suatu peristiwa, atau
keduanya.
C.
Keuntungan dan kerugian quasi eksperiment
1. Keuntungan Penelitian Quasi
Eksperiment
Pada penelitian ekperimen semu ini
tidak mempunyai batasan yang ketat terhadap randomisasi dan pada saat yang sama
dapat mengontrol ancama-ancaman validitas.
2. Kerugian Penelitian Quasi
Eksperiment
·
Tidak
adanya randomisasi (randoimization), yang berarti pengelompokan anggota sampel
pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilakukan dengan random
atau acak.
·
Kontrol
terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap eksperimen tidak
dilakukan, karena eksperimenini biasanya dilakukan di masyarakat.
D.
Langkah-langkah dalam penelitian quasi eksperiment
Berikut adalah langkah-langkah
eksperimen semu :
a)
Melakukan
tinjauan literature, terutama yang berhubungan dengan masalah yang akan di
teliti.
b)
Mengidentifikasi
dan membatasi masalah penelitian
c)
Merumuskan
hipotesis-hipotesis penelitian
d)
Menyusun
rencana eksperimen, yang biasanya mencakup
e)
Melakukan
pengumpalan data tahap pertama
f)
Melakukan
pengumpalan data tahap pertama (pretest)
g)
Melakukan
eksperimen
h)
Mengumpulkan
data tahap kedua (posttest)
i)
Mengolah
dan menganalisis data.
j)
Menyusun
laporan
E.
Rancangan dalam metode quasi eksperiment
Dalam kaitannya dengan pemilihan subjek penelitian,
penelitian tidak selalu dapat melakukan pemilihan subjek secara random
(individual randum). Dalam penetapan random (random assignment), peneliti tidak
memungkinkan memilih dan memilah subjek sesuai dengan rancangannya. Akan
tetapi, peneliti terpaksa harus menerima kelas atau kelompok subjek yang telah
ditentukan oleh sekolah, sesuai dengan kebijakan sekolah. Oleh sebab itulah,
peniliti yang dilakukan menurut Stanley dan Campbell (Asher dan Vockel, 1995)
disebut penelitian eksperimen kuasi. Walaupun demikian, apabila peneliti ini
dirancang dengan cermat dan tepat tetap akan memberikan hasil yang bermanfaat.
1. Rancangan Rangkaian
Waktu (Time Series Design)
Desain penelitian ini seperti
pada desain pretes-postes, tetapi mempunyai keuntungan dengan melakukan
pengukuran yang berulang-ulang sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan
menggunakan serangkaian pengukuran maka validitasnya lebih tinggi, dan pengaruh
faktor luar dapat dikurangi karena pengukuran dilakukan lebih dari satu kali,
baik sebelum maupun sesudah perlakuan, tetapi dalam desain ini
tidak ada kelompok kontrol.
Ciri desain ini
adalah grup yang digunakan tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi
perlakuan, grup diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk
mengetahui kestabilan.
O1O2O3O4 X O5O6O7O8
Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian
tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan, kelompok diberi
pretest sampai empat kali dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan
kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama
empat kali ternyata nilainya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut keadaannya
labil, tidak menentu, dan tidak konsisten Setelah kestabilan keadaan kelompok
dapat diketahui dengan jelas, maka baru diberi treatment/perlakuan. Desain
penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan
kelompok kontrol.
Hasil pretest
yang baik adalah O1=O2=O3=O4 dan hasil perlakuan yang baik adalah
O5=O6=O7=O8. Besarnya
pengaruh perlakuan adalah
(O5+O6+O7+O8)-(O1+O2+O3+O4).
2.
Rancangan Non-Equivalen Group Desain
Desain ini hampir mirip dengan pretest-postest
control group design, tetapi pada desain ini kelompok ekperimen dan kelompok
kontrol tidak dipilih secara random. Dalam desain ini, baik kelompok
eksperimental maupun kelompok kontrol dibandingkan, kendati kelompok tersebut
dipilih dan ditempatkan tanpa melalui random. Dua kelompok yang ada diberi
pretes, kemudian diberikan perlakuan, dan terakhir diberikan posttest
O1 X O2
O3 O4
Desain ini dilakukan untuk membandingkan hasil intervensi program kesehatan
di suatu kontrol yang serupa, tetapi tidak perlu kelompok yang benar-benar
sama, sehingga sering dilakukan dalam penelitian lapangan
Contoh desain
tersebut adalah dilakukan penelitian untuk mencari pengaruh adanya tambahan
dosis obat pada sekelompok pasien terhadap tekanan jantung. Dalam desain
penelitian dipilih satu kelompok pasien, yang separo diberi perlakuan dengan
ditambah dosis obat tertentu dan yang separo tidak. O1 dan O3
merupakan tekanan jantung sebelum ditambah dosis. O2 merupakan
tekanan jantung setelah ditambah dosis. O4 tekanan jantung yang
tidak diberi tambahan dosis. Pengaruh tambahan dosis terhadap tekanan jantung
adalah (O2-O1)-(O4-O3).
3.
Rancangan
Single Subject Design
Pada umumnya penelitian pendidikan menggunakan subjek
penelitian dalam bentuk kelompok (kelas). Penelitian seperti ini akan
memberikan hasil yang menggambarkan keadaan satu atau beberapa kelompok, tidak
menggambarkan keadaan individual dalam kelompok tersebut. Pada situasi
eksperimen tertentu, perlakuan perlu diberikan hanya pada satu individu saja.
Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian single subject. Penelitian
ini sangat berguna bagi guru yang sedang melaksanakan penelitian terhadap
individual siswa, misalnya dalam melakukan penelitian bimbingan dan konseling
atau dalam melakukan rehabilitasi dan terapi fisik yang perlakuannya hanya
diberikan pada satu individu saja.
Desain single subject umumnya menggunakan pengukuran yang
berulang dan hanya mengimpleentasikan variabel bebas tunggal yang diharapkan
dapat merubah hanya satu variabel terikat. Pengukuran variabel dilakukan pada
kondisi normal yang disebut baseline
4. Rancangan rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding (Control
Time Series Design)
Desain ini sama sperti pada
desain rangkaian waktu, tetapi dengan menggunakan kelompok pembanding
(kontrol). Keuntungan desain ini adalah lebih menjaminadanya validitas internal
yang tinggi, karena lebih memungkinkan adanya kontrol terhadap validitas
internal
5. Rancangan Separate Sample Pretest-Postest
Dalam desain penelitian ini pengukuran pertama (pretest) dilakukan terhadap
sampel yang dipilih secara random dari populasi tertentu, kemudian dilakukan
perlakuan atau program pada seluruh populasi. Selanjutnya dilakukan pengukuran
kedua (postest) padakelompok sampel lain, yang juga dipilih secara random dari
populasi yang sama. Desain ini sangat baik untuk menghindari pengaruh atau efek
dari test. Desain penelitian ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian
kesehatan dan keluarga berencana.
6.
Rancangan static group comparison
Rancangan
penelitian intact group comparison atau desebut juga rancangan static group
comparison. Rancangan penelitian intac group desain ini sebenarnya berasal dari
kelompok subjek yang sama dan berhubungan. Dalam rancangan ini sekelompok
subjek yang diambil dari populasi tertentu dikelompokan secara rambang menjadi
dua, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Kelompok
eksperimen diberi perlakukan tertentu dalam waktu tertentu, sedangkan kelompok
control tidak. Kedua kelompok subjek itu kemudian dikenakan pengukuran atau
observasi (tes) yang sama. Faktor validitas seperti sejarah dan maturasi
dikendalikan dengan kelompok control (yang tidak diberi perlakuan). Artinya,
dalam situasi yang secara kebetulan berpengaruh terhadap hasil, yang mungkin
juga berpengaruh pada hasil observasi
DAFTAR PUSTAKA
bahri,
s. (2014, juni 25). makalah eksperimen semu atau quasi eksperiment.
Retrieved september 24, 2015, from http://Makalah eksperimen semu atau quasi
eksperimen _ BLOG ORANG LOMBOK.html
kusumaati, a. (2012, januari 29). rancangan penelitian
Quasy experimen. Retrieved september 24, 2015, from
http://akusumawati.blogspot.co.id/2012/01/rancangan-penelitian-quasy-experiment.html
luci, t. s. (2014, desember 02). penelitian eksperimen
quasi dan eksperimen murni . Retrieved september 24, 2015, from
http://youngqie.blogspot.co.id/2014/12/penelitian-eksperimen-quasi-dan.html
nadia. (n.d.). Rancangan – rancangan eksperimen semu
(quasi experiment). Retrieved september 24, 2015, from
http://nadiaariestian.blogspot.co.id/p/rancangan-rancangan-eksperimen-semu.html
syafriadis. (2011, november 26). METODE PENELITIAN
EXPERIMEN SEMU (QUASI-EXPERIMENTAL RESEARCH) . Retrieved september 224,
2015, from
http://syafriadisjafar.blogspot.co.id/2011/11/metode-penelitian-experimen-semu-quasi.html
Wulandari, R. M. (2014, mei 16). Quasi Experimental
Design. Retrieved september 24, 2015, from
http://www.penalaran-unm.org/artikel/penelitian/340-quasi-experimental-design.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar